Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
TURKI terus mendesak Amerika Serikat (AS) untuk segera mengekstradisi ulama Fethullah Gulen. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menuduh Gulen sebagai otak kudeta militer yang gagal pekan lalu.
"Kesalahan besar bagi AS jika menolak ekstradisi terhadap Gulen," tegas Erdogan, seperti dikutip the New York Times, Kamis (21/7).
Perdana Menteri Turki Binali Yildrim juga memperingatkan hubungan antara AS dan Turki bisa terganggu dengan sikap AS ini.
"Jika AS tidak menyerahkan Gulen, tentu ada pertanyaan besar mengenai hubungan kedua negara," tutur Yildrim.
The New York Times juga menyoroti klaim Erdogan bahwa puluhan ribu warga Turki, termasuk prajurit, polisi, birokrat, guru, hakim, pengacara, dan banyak profesi lain menjadi simpatisan Gulen. Mereka dianggap turut terlibat dalam konspirasi melakukan kudeta.
Banyak pengamat berpikir bahwa tuduhan Erdogan terhadap Gulen ada benarnya. Mereka khawatir bahwa Gulen meningkatkan pengaruh dan uang yang cukup besar selama tinggal di 'Negeri Paman Sam'.
Namun Times menyebut, di masa lalu, beberapa pejabat AS merangkul Gulen sebagai ulama yang moderat. Dia dianggap sebagai sosok yang mempromosikan dialog antaragama dan memimpin jaringan amal dan sekolah yang sekuler. Selain itu. dia dikenal sebagai penentang kelompok seperti Ikhwanul Muslimin dan Hamas.
Pemerintah Turki sebenarnya sudah mengirim bukti mengenai dugaan keterlibatan Gulen dalam kudeta pada Jumat (15/7) lalu itu. Gedung Putih mengatakan Kementerian Kehakiman serta Kementerian Luar Negeri AS masih mengkaji materi ini agar ekstradisi Gulen bisa dipertimbangkan.
Kantor Berita Anadalou mengklaim bahwa Presiden Barack Obama secara pribadi membahas ekstradisi Gulen pada Selasa (19/7) lalu. Pembicaraan itu dilakukan melalui sambungan telepon.
Gulen sendiri menolak tuduhan Erdogan. Menurutnya, itu hanya tuduhan yang ditujukan agar Erdogan bisa memperkuat kekuasaannya.
"Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kembali memperlihatkan dia akan berbuat berbagai hal untuk memperkuat kekuasaannya dan menghalang para pengkritik," tegas Gulen.
Gulen menegaskan, segala macam tuduhan yang diarahkan kepada dirinya merupakan bentuk tuduhan menggelikan, tidak bertanggungjawab dan salah. Gulen pun kembali menegaskan bahwa dirinya terlibat dalam upaya kudeta. (MTVN/OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved