Queen Protes Penggunaan Lagu We Are the Champions oleh Trump

Basuki Eka Purnama
20/7/2016 17:07
Queen Protes Penggunaan Lagu We Are the Champions oleh Trump
(AP Photo/Felipe Dana/Julio Cortez)

LEGENDA rock Queen, Selasa (19/7), melontarkan protes kepada Donald Trump setelah kandidat Presiden Amerika Serikat itu memainkan lagu We Are the Champions di ajang Konvensi Partai Republik.

"Lagu We Are the Champions digunakan tanpa izin di Konvensi Partai Republik," cuit band asal Inggris itu lewat Twitter.

Trump naik ke panggung dengan latar belakang lagu itu di Konvensi Partai Republik di Cleveland pada Senin (18/7). Trump melakukan hal itu meski Queen secara terbuka menolak lagunya digunakan oleh miliarder itu.

Juni lalu, gitaris Queen Brian May mengatakan bahwa Trump tidak pernah minta izin menggunakan lagu itu dan Queen tidak pernah memberikan izin.

May menegaskan bandnya tidak pernah mengizinkan politisi untuk menggunakan lagu mereka termasuk lagu We Are the Champions, lagu rock yang kerap diputar di berbagai perhelatan olahraga.

Adam Lambert, penyanyi AS yang tampil bersama Queen di tur mereka lebih keras lagi bersikap soal penggunaan lagu We Are the Champions yang ditulis oleh mendiang Freddie Mercury yang meninggal akibat AIDS.

"Jika partai politik Anda selama puluhan tahun memperlakukan gay sebagai warga kelas dua, Anda tidak berha menggunakan lagu karangan Freddie Mercury di konvensi partai Anda," ungkap Lambert, yang secara terbuka mengaku gay, lewat Twitter.

Perselisihan antara Queen dan Trump adalah yang terbaru antara kandidat Presiden AS itu dengan musisi. Sebelumnya, Adele, the Rolling Stones, REM, dan Neil Young telah meminta Trump untuk tidak menggunakan lagu mereka. (AFP/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya