Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KECANTIKAN Melania Trump, istri calon Presiden Partai Republik Donald Trump, memang tidak diragukan lagi. Terlebih, mantan model berusia 42 tahun itu berada di ujung kemenangan duduk di singgasana wanita nomor satu Amerika Serikat. Namun, keteledorannya dalam berpidato saat Konvensi Partai Republik di Cleveland mencoreng bukan hanya wajah cantiknya, tapi juga sang suami.
Melania memang tidak banyak terlibat dalam kegiatan Trump. Namun, pada konvensi partai pekan lalu, Melania turut memberi pidato dukungan terhadap suaminya. Sementara jutaan warga AS menyaksikan melalui televisi, Melania memberi pidato pujian terhadap upaya suaminya selama ini hingga berada di posisi sekarang.
"Donald selalu menjadi pemimpin yang luar biasa. Kini, dia akan bekerja untuk Anda. Ia tidak menyerah. Jika Anda menginginkan orang yang berjuang untuk diri Anda dan negara, saya pastikan dia lah orangya,” papar Melania Trump diikuti sorak sorai delegasi.
Namun, pidato Melania setelah itu secara tidak sengaja memiliki kemiripan dengan substansi pidato istri Presiden Barack Obama, Michelle Obama, delapan tahun lalu saat mendampingi Obama dalam Konvensi Partai Demokrat 2008. Kemiripan itu ada pada poin mengenai pengaruh keluarga dalam kehidupan keluarga dan anak-anak Trump.
"Orangtua saya mengajarkan saya nilai-nilai: bahwa kamu harus bekerja keras untuk apa yang kamu inginkan dalam hidup. Kata-katamu adalah ikatan dan kamu melakukan apa yang kamu katakan dan memegang janji. Kita harus memperlakukan orang dengan hormat. Mereka mengajarkan saya untuk memperlihatkan nilai-nilai dan moral itu dalam keseharian. Itu semua pelajaran yang saya turunkan ke putra kami," jelas Melania.
Hampir tidak ada perbedaan antara pidato Michelle Obama dan Melania. Tiap kata yang dikeluarkan Melania malam itu mengingatkan dengan pidato Michelle Obama.
"Barack dan saya membesarkan anak dengan nilai-nilai: bahwa kamu harus bekerja keras untuk apa yang kamu inginkan dalam hidup; bahwa kata-katamu adalah ikatan dan kamu melakukan apa yang akan kamu lakukan; bahwa harus memperlakukan orang dengan martabat serta hormat, bahkan jika kamu tidak kenal mereka dan bahkan jika mereka tidak sepaham denganmu," demikian pidato Michelle, delapan tahun silam.
Melania menambahkan pidatonya dengan mengatakan pentingnya menurunkan nilai-nilai itu ke anak-anak, "Karena kami ingin anak-anak di negara ini tahu bahwa satu-satunya batas pencapaianmu adalah kekuatan mimpimu dan kemauanmu sendiri untuk meraihnya."
Kalimat serupa juga dilontarkan Michelle. Membela diri, penasihat komunikasi senior Trump, Jason Miller, melalui pernyataan mengatakan bahwa tim penulis pidato Trump dalam beberapa kondisi memasukan kalimat yang mencerminkan pemikiran Donald Trump atau Melania sendiri.
"Dalam banyak situasi memasukan fragmen yang merefleksikan pemikiran dia sendiri," imbuh Miller.
Pada kesempatan itu, Melania memberi sentuhan isu kemanusiaan dalam pidatonya. Melania menjabarkan bahwa Trump bersedia mewakili semua orang termasuk umat kristen, yahudi dan muslim serta Spanyol, Asia dan Afrika-Amerika, baik kaya atau miskin. Sesuatu yang tidak tercermin dari sikap dan pernyataan Trump selama ini. (AFP/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved