Turki Mulai Gempur IS

MI/Haufan Hasyim Salengke
25/7/2015 00:00
Turki Mulai Gempur IS
(AFP)
PERDANA Menteri Turki Ahmet Davutoglu menegaskan operasi militer Turki yang menargetkan kelompok ekstremis Islamic State (IS) dan milisi Kurdi bakal terus dilanjutkan. "Operasi yang dimulai hari ini bukanlah operasi tunggal, melainkan sebuah proses," kata Davutoglu di Ankara, kemarin.

Kemarin pagi dini hari, militer Turki membombardir sejumlah posisi kelompok ekstremis Islamic State (IS) di Suriah. Menurut laporan media Turki, Daily Sabah, serangan militer Turki dilakukan selama sekitar 13 menit dan berhasil menewaskan setidaknya 35 anggota IS. Operasi udara yang melibatkan tiga jet tempur F-16 dan peluru kendali tersebut juga menghancurkan dua markas utama dan satu titik kumpul milik kelompok ekstremis itu.

Operasi udara yang diberi kode sandi Yalcin itu merupakan operasi yang pertama dilakukan angkatan udara Turki dengan menargetkan IS sejak kelompok ekstremis itu mulai menguasai sebagian besar wilayah Irak dan Suriah, hingga ke perbatasan Turki, pada 2013. Turki juga telah memberikan lampu hijau kepada Amerika Serikat (AS) untuk menggunakan pangkalan udara utama di wilayah selatan untuk keperluan kampanye militer anti-IS.

Kantor Perdana Menteri Turki menyatakan operasi udara Yalcin itu menargetkan posisi IS di dekat Desa Havar, yaitu wilayah Suriah yang berbatasan dengan Provinsi Kilis, Turki. Jet-jet Turki menembakkan rudal dari teritorium Ankara tanpa memasuki wilayah udara Suriah. "Negara Republik Turki dengan tegas mengambil tindakan pencegahan untuk menjaga keamanan nasional," demikian pernyataan resmi pemerintah yang mengonfirmasi serangan udara ke posisi IS di wilayah Suriah.

Keputusan Turki untuk meluncurkan operasi menargetkan IS ditetapkan pada pertemuan pejabat keamanan di Ankara, Kamis (23/7) malam, yang dipimpin langsung Perdana Menteri Ahmet Davutoglu. "Dalam konteks ini, operasi dilakukan dengan sasaran milik Daesh (singkatan IS dalam bahasa Arab) di perbatasan Suriah," demikian pernyataan Kantor Perdana Menteri.

Serangan tiga jet tempur F-16 Turki juga dilaporkan berhasil mengenai tiga sasaran milik IS. Kantor Perdana Menteri juga menyatakan Republik Turki bertekad untuk mengambil tindakan apa pun yang diperlukan untuk melindungi keamanan nasional, terutama setelah insiden pada Kamis (23/7).

Pada hari itu, sebagaimana diumumkan Angkatan Bersenjata Turki (TSK), lima milisi bersenjata melepaskan tembakan ke sebuah pos militer di perbatasan Suriah. Serangan yang dituding dilakukan IS itu menewaskan seorang perwira dan melukai dua tentara lainnya.

Tangkap 297 orang
Sementara itu, di dalam negeri Turki, guna meningkatkan stabilitas dan keamanan nasional, kepolisian menggelar razia dengan sasaran anggota milisi IS dan Kurdi di seluruh penjuru negeri. Polisi menggerebek sejumlah tempat di beberapa distrik di Istanbul untuk mencari anggota IS, Partai Pekerja Kurdistan (PKK), dan kelompok milisi lainnya.

Kantor berita Dogan melaporkan sekitar 5.000 polisi terlibat dalam operasi di Istanbul. Operasi itu dilakukan di 13 provinsi. Menurut PM Davutoglu, 297 orang, termasuk 37 warga asing, telah ditangkap dalam razia itu karena diduga merupakan anggota IS, PKK, ataupun kelompok milisi lain.

Selain IS dan PKK, operasi razia juga menargetkan anggota organisasi sayap pemuda PKK, yaitu Gerakan Revolusioner Pemuda Patriotik (YDG-H) dan Front Partai Pembebasan Rakyat Revolusioner Marxis (DHKP-C). Seorang perempuan anggota DHKP-C tewas di Istanbul dalam bentrokan dengan polisi selama penggerebekan.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya