Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
AMERIKA Serikat (AS) kembali diguncang aksi penembakan berbau rasial.
Seorang veteran marinir menembak mati tiga pejabat polisi, Minggu (17/7) waktu setempat, di Boton Rouge, ibu kota Negara Louisiana.
Insiden terbaru ini mengingatkan akan tragedi serupa di Dallas, tempat pria kulit hitam bersenjata menembak mati lima polisi (7/7).
Peristiwa itu buntut dari penembakan fatal oleh polisi yang menewaskan dua warga kulit hitam, Philando Castile dan Alton Sterling, sehari sebelumnya.
Serangkaian aksi baku bunuh, yang diyakini dimotivasi oleh aksi balas dendam, membuat 'Negeri Paman Sam' semakin terseret ke tepi jurang pertikaian ras antara komunitas kulit putih dan hitam.
Seorang veteran kulit hitam yang pernah bertugas di Irak, Gavin Eugene Long, menembak tiga polisi di Boton Rouge hingga tewas, dan tiga petugas lainnya ikut terluka.
Pihak berwenang mengatakan pelaku yang tercatat tinggal di Kansas City diketahui tidak memiliki kaitan dengan organisasi teroris.
Penembakan terjadi di sepanjang jalan raya di dekat markas polisi sekitar pukul 08.40 (20.40 WIB), setelah para petugas merespons teriakan seorang pria yang membawa senapan.
Tersangka berpakaian serbahitam dan beberapa laporan mengatakan ia mengenakan masker.
Superintenden Polisi Louisiana, Kolonel Mike Edmonson, mengatakan kepada wartawan bahwa Long, 29, telah tewas di tangan aparat.
Polisi menyatakan tidak ada tersangka lain.
Sementara motif penembakan itu belum jelas.
"Salah satu petugas yang terluka dalam kondisi kritis, sedang dalam perjuangan mempertahankan nyawanya," ungkap Edmonson.
Sementara, dua petugas lainnya dinyatakan berada dalam kondisi stabil.
Gubernur Louisiana John Bel Edwards menyebut insiden penembakan itu sebagai serangan keterlaluan.
"Tindakan ini juga tidak dapat dibenarkan pada saat kita membutuhkan persatuan dan penyembuhan," tegasnya, seperti dikutip VOA.
Menurut catatan militer, Long ialah seorang marinir dari 2005-2010 dan naik ke pangkat sersan.
Dia bertugas di Irak dari Juni 2008 sampai Januari 2009.
Catatan menunjukkan ia menerima beberapa medali selama karier militernya, termasuk sebagai personel militer berperilaku baik.
Edmonson menekankan kasus penembakan yang merebak di AS tidak sebatas bagaimanan mengontrol peredaran atau penjualan senjata, tetapi lebih kepada hati masing-masing individu.
Obama Mengecam
Presiden Barack Obama mengecam pembunuhan itu dan menuntut aksi kekerasan semacam itu dihentikan.
Pemimpin AS yang dalam beberapa bulan akan meletakkan jabatan itu mengatakan, serangan semacam itu 'terlalu sering terjadi'.
"Sangat penting bahwa setiap orang sekarang fokus pada kata-kata dan tindakan yang dapat menyatukan negara ini ketimbang menyebabkan perpecahan lebih lanjut," kata Obama.
Presiden kulit hitam pertama AS itu menyerukan warga untuk menghindari 'retorika yang memecah belah' pascakekerasan terbaru, yang sebelumnya dia gambarkan sebagai 'serangan pengecut terhadap pengabdi negara, terhadap supremasi hukum, dan terhadap masyarakat sipil'.
(AFP/AP/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved