Isu Keamanan Dominasi Konvensi Partai Republik

AFP/Hym/I-2
19/7/2016 06:11
Isu Keamanan Dominasi Konvensi Partai Republik
(AFP/Jeff J Mitchell/Getty Images)

KONVENSI Partai Republik resmi dibuka di Cleveland, Negara Bagian Ohio, Amerika Serikat, kemarin, dengan fokus keamanan nasional dan imigrasi.

Serangkaian penembakan yang berbau rasial, termasuk pembunuhan tiga polisi di Boton Rouge, Louisiana, Minggu (17/7), telah menempatkan negara itu di tepi jurang perpecahan.

Sementara itu, serangan teror di luar negeri, terakhir di Nice, Prancis, dan kudeta di Turki, telah menyelubungi dunia dengan kekhawatiran.

Presiden Barack Obama telah mendesak warga AS untuk melunakkan kata-kata mereka dan menunjukkan tekad kuat bersama.

Namun, di sisi lain, Trump justru menyoroti berbagai perpecahan.

"Kita berjuang memberangus IS dan sekarang masyarakat kita membunuh polisi mereka sendiri," kata Trump setelah penembakan tiga polisi di Baton Rouge.

"Negara kita terpecah dan di luar kendali. Dunia mengawasi," tambah taipan realestat asal New York itu.

Untuk menggarisbawahi sejumlah permasalahan itu, Trump mengklaim dirinya sebagai polisi yang bisa memperbaiki hal-hal itu.

Seperti biasa, Trump kembali menyerang pesaing utamanya dari Partai Demokrat, Hillary Clinton.

Ia menegaskan Clinton harus dipenjara karena menggunakan server e-mail pribadi untuk menangani dokumen pemerintah yang sensitif.

Itu hal yang dinilai ceroboh oleh FBI, tapi bukan merupakan tindakan kriminal.

Di ajang itu, Trump juga akan mengajukan mantan Letnan Jenderal Michael Flynn dan Senator Joni Ernst yang dikenal keras sebagai pembicara konvensi untuk mendukung tujuannya.

Hasil tiga jajak pendapat baru, Minggu (17/7), seperti dilaporkan VOA, menunjukkan dukungan bagi Hillary Clinton berkisar antara 4%-7% di atas Donald Trump, walaupun pemilih AS tidak puas atas kedua tokoh itu.

Jajak itu juga menunjukkan Trump harus berjuang keras untuk menarik para pemilih moderat.

Dipilihnya Gubernur Indiana, Mike Pence, sebagai kandidat wakil presiden, di sisi lain, juga membantu mengangkat posisi Trump di kalangan koservatif.

Dalam konferensi pers, Sabtu (16/7), Trump mengatakan memilih Pence untuk persatuan partai karena dia terhitung orang luar.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya