Band Korut di Perbatasan Tiongkok

AFP/Haufan Hasyim Salengke/I-1
24/7/2015 00:00
Band Korut di Perbatasan Tiongkok
(AFP/GREG BAKER)
HOTEL Kunlun International terletak di Hunchun, Tiongkok.

Wilayah itu terjepit di perbatasan antara Tiongkok, Rusia, dan Korea Utara (Korut).

Harga kamar di situ amat murah.

Namun, salah satu atraksi yang jadi andalan ialah penampilan kelompok musik asal Korut yang tujuh anggotanya perempuan semua.

Kelompok musik itu tidak punya nama resmi.

Namun, penampilan ketujuh personelnya mirip dengan Moranbong, yakni band fenomenal yang para anggotanya dipilih langsung oleh pemimpin Korut, Kim Jong-un. Moranbong aktif sejak 2012.

Formasi belasan anggotanya berganti-ganti tapi musik mereka tidak berubah.

Berbeda dari girlband asal Korsel, para personel Moranbong mampu bermain alat musik dengan amat terampil.

Di Korut, Moranbong sangat populer sampai-sampai diberitakan ketika Moranbong sedang tampil, jalan-jalan di Pyongyang sepi dan toko-toko ikut tutup.

Di Hunchun, band imitator Moranbong pun digemari.

"Band itu bagus juga. Ini pertama kalinya saya melihat orang-orang Korut. Mereka tidak terlihat miskin, kok," ucap Zhao Dongxia, pelancong yang menonton penampilan imitator Moranbong.

Korut sendiri amat ketat mengatur perizinan warga yang hendak ke luar negeri.

Tiongkok pun menerapkan kebijakan ketat bagi pelintas perbatasan yang tidak mengantongi izin alias ilegal.

Band imitator Moranbong termasuk yang diizinkan tampil di Hunchun untuk mendulang pemasukan bagi negara dengan mengimitasi Moranbong.

"Kami jarang sekali keluar dari hotel," kata penyanyi band, Lim Tae-jeong.

Lim mengaku amat menggemari Moranbong.

Namun, ucapnya, "Tentu saja kami bukan apa-apa jika dibandingkan dengan mereka."

Secara internasional, Moranbong memang tidak setenar bintang asal Korsel, Psy, misalnya.

Namun, Pekka Korhonen, profesor sains politik di Universitas Jyvaskyla, Finlandia, yang mengelola laman penelusuran jejak Moranbong, mengakui kelompok musik itu sebagai wujud kemampuan Kim Jong-un, sang pemimpin, dari pengalamannya bersekolah dan bermukim di Eropa.

"Band itu merupakan simbol baru kekuasaan Kim. Jadi, popularitasnya ditentukan langsung oleh keputusan Kim," ucap Korhonen.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya