Singapura Blokir 2 Rekening Terkait 1MDB

MI/Andhika Prasetyo
23/7/2015 00:00
Singapura Blokir 2 Rekening Terkait 1MDB
(AP)
KEPOLISIAN Singapura, kemarin, mengonfirmasi telah membekukan dua rekening bank yang diduga terkait dengan tuduhan kasus korupsi yang melibatkan Perdana Menteri Malaysia (PM) Najib Razak dan perusahaan pemerintah Malaysia, 1 Malaysia Development Berhard (1MDB). Hal itu menjadi pembekuan rekening pertama yang dilakukan di luar Malaysia terkait dengan kasus tersebut.

"Kami sudah mengeluarkan perintah untuk melarang adanya transaksi pada dua rekening bank tersebut. Perintah itu sudah dikeluarkan sejak 15 Juli 2015," ujar Kepolisian Singapura (Singapore Police Force/SPF) dalam sebuah pernyataan. Dalam pernyataan tersebut, SPF tidak menyebutkan identitas bank atau nama dari pemegang rekening tersebut.

Menurut mereka, nama dari pemilik rekening sengaja dirahasiakan karena penyelidikan masih berlanjut. Selain membekukan dua rekening yang diduga terkait dengan kasus korupsi, SPF mengatakan saat ini mereka sedang melakukan penyelidikan tentang kemungkinan adanya pelanggaran pencucian uang.

"Kami mengetahui bahwa pihak Malaysia juga telah melakukan investigasi terkait dengan hal ini. Dan di sini, kami akan terus memberikan bantuan penuh dan berbagi informasi dengan otoritas terkait di Malaysia, dalam lingkup hukum dan kewajiban internasional," lanjut pernyataan tersebut.

Kontak
Otoritas Moneter Singapura (MAS) juga telah melakukan kontak dengan institusi keuangan Singapura. Kedua pihak dikabarkan sudah melakukan kerja sama untuk menyelidiki keterlibatan Bank Falcon dalam kasus tersebut. MAS, Selasa (21/7), mengatakan saat ini mereka sedang mencari tahu apakah bank-bank yang dianggap terlibat dalam kasus itu mengikuti peraturan yang ada.

Mereka juga mencari tahu apakah bank-bank tersebut melakukan identifikasi terhadap nasabah mereka dengan benar, termasuk dengan mengetahui sumber dana dan melaporkan transaksi yang mencurigakan. "Kami terus mencari tahu apakah mereka sudah melakukan hal-hal tersebut," tutur Direktur MAS Ravi Menon.

Menurut Menon, hingga saat ini bank-bank bekerja sama dengan sangat baik dalam proses investigasi. Akan tetapi, jika ada transaksi mencurigakan, pihaknya akan mengambil tindakan. Sementara itu, di Malaysia, satuan tugas khusus yang dibentuk pemerintah menangkap Direktur Ihsan Perdana Sdn Bhd, Shamsul Anwar Sulaiman, karena diduga terlibat dalam kasus korupsi yang dilakukan Najib.

Sulaiman ditangkap di Mal Curve, salah satu pusat perbelanjaan di Mutiara Damansara, Selasa (21/7) sore. Ia kemudian dibawa ke markas otoritas antikorupsi untuk ditanyai dan dimintai keterangan. Sulaiman menjadi orang kedua yang ditahan terkait dengan dugaan kasus tersebut.

Sebelumnya, Direktur SRC Internasional Sdn Bhd, Jerome Lee Tak Loong, juga ditangkap di Bandara Internasional Kuala Lumpur ketika hendak terbang meninggalkan Malaysia menuju Taiwan.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya