Pemerintah Prancis Tetapkan Tiga Hari Berkabung Pascainsiden Nice

Antara
15/7/2016 17:43
Pemerintah Prancis Tetapkan Tiga Hari Berkabung Pascainsiden Nice
(AP/Thibault Camus)

PRANCIS menetapkan hari berkabung nasional selama tiga hari mulai Sabtu (16/7) besok setelah sedikitnya 84 orang tewas dilindas truk saat menyaksikan pesta kembang api pada Hari Bastille. Demikian pernyataan pemerintah.

Perdana Menteri Prancis Manuel Valls juga mengatakan bahwa pemerintah ingin memperpanjang keadaan darurat, yang sudah diberlakukan sejak serangan Paris pada 13 November tahun lalu, hingga Oktober 2016.

Bendera akan dikibarkan setengah tiang mulai Jumat, dan undang-undang yang memperbesar wewenang polisi akan diajukan ke parlemen pekan depan, kata Valls.

"Waktu sudah berubah, dan Prancis harus hidup dengan terorisme, dan kita harus menghadapi ini bersama dan menunjukkan ketenangan kolektif bersama kita," katanya seperti dilansir Kantor Berita AFP, Jumat (15/7).

"Prancis adalah negara hebat dan memiliki demokrasi hebat dan kita tidak akan membiarkan kestabilan goyah," imbuhnya.

"Kami ingin menyatukan bangsa Prancis. Satu-satunya respons terhormat (atas serangan tersebut) adalah Prancis terus menerapkan semangat 14 Juli, Prancis yang bersatu dengan nilai-nilainya," katanya.

Hari Bastille merupakan libur nasional Prancis untuk menandai awal dari Revolusi Prancis pada 1789. Hari itu dirayakan dengan parade militer dan pertunjukan kembang api di seluruh negeri. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya