AS Klaim Tewaskan Petinggi Al-Qaeda

Andhika Prasetyo
23/7/2015 00:00
AS Klaim Tewaskan Petinggi Al-Qaeda
(Muhsin Al-Fadhli---AFP)
AMERIKA Serikat (AS), kemarin (Rabu, 22/7/2015), mengklaim serangan udara yang dilakukan koalisi pimpinan 'Negeri Paman Sam' tersebut telah menewaskan salah satu pemimpin tertinggi jaringan Al-Qaeda di Suriah, Muhsin Al-Fadhli.

Juru bicara Pentagon alias markas Departemen Pertahanan AS, Jeff Davis, menyatakan Al-Fadhli tewas dalam serangan 8 Juli lalu ketika dia tengah melakukan perjalanan darat di wilayah Sarmada, Aleppo, Suriah Barat Laut.

Namun, Davis tidak merinci apakah <>drone alias pesawat nirawak ataukah pesawat berawak yang telah menewaskan laki-laki berusia 34 tahun tersebut. Yang pasti, kata Davis, "Kematiannya akan melemahkan dan mengacaukan operasi eksternal Al-Qaeda terhadap AS dan sekutu-sekutunya."

Milisi kelahiran Kuwait tersebut sangat dipercaya di lingkaran pemimpin tertinggi Al-Qaeda, Osama bin Laden. Al-Fadhli, menurut intelijen AS, ialah salah satu orang yang mengetahui rencana penyerangan 11 September 2001 di AS atau 9/11.

Al-Fadhli juga diyakini terlibat dalam serangan yang menargetkan marinir AS di Pulau Failaka, Kuwait, dan sebuah kapal tanker minyak Prancis, MV Limburg, pada 2002.

Menurut laporan Pusat Kontraterorisme Nasional AS, Al-Fadhli pernah menjadi pemimpin senior Al-Qaeda di Iran, juga merupakan fasilitator utama pemimpin Al-Qaeda di Irak yang telah tewas, Abu Musab al-Zarqawi.

Al-Fadhli sebelumnya dilaporkan telah menjadi target serangan udara AS pada September tahun lalu, tapi kematiannya tidak pernah dipastikan pejabat AS pada saat itu.

Dalam upayanya memburu Al-Fadhli, Kementerian Luar Negeri AS sempat menawarkan hadiah sebesar US$7 juta bagi yang dapat memberikan informasi mengenai pria kelahiran Kuwait tersebut. Al-Fadhli diduga sebagai pemimpin jaringan operasi Al-Qaeda yang disebut kelompok Khorasan.

Khorasan, yang merupakan sebuah istilah untuk dewan utama Al-Qaeda di Afghanistan dan Pakistan, diyakini merupakan kelompok ekstremis yang telah melakukan perjalanan dari Asia Tengah dan sejumlah tempat lain di Timur Tengah menuju Suriah untuk merencanakan serangan terhadap negara-negara Barat.

Para milisi Al-Qaeda di dua negara itu memutuskan untuk pindah ke Suriah setelah perang sipil meletus di negara yang dipimpin Presiden Bashar al-Assad tersebut.

Pada September tahun lalu, Presiden AS Barack Obama, dalam sebuah wawancara, menegaskan Khorasan merupakan ancaman yang nyata bagi AS. "Mereka bisa membunuh orang-orang Amerika," ujar Obama pada saat itu.

Departemen Keuangan AS juga menuding Al-Fadhli merupakan penyedia dukungan finansial sekaligus material kepada jaringan Al-Qaeda.

Adapun Komite Sanksi Al-Qaeda Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, pada 2005, menyatakan Al-Fadhli ikut merencanakan, memfasilitasi, dan mendanai serangan-serangan yang dilakukan Al-Qaeda. Sejak itu pula aset-asetnya dibekukan dan larangan bepergian diberlakukan untuk Al-Fadhli.(AFP/Pra/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya