Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu mengatakan pihaknya akan bertemu dengan Menhan Filipina dan Malaysia untuk membicarakan tindak lanjut dari nota kesepahaman tiga negara tersebut menyangkut keamanan perairan di wilayah Laut Sulu, Filipina Selatan.
"Untuk pengejaran di darat, minggu depan kita akan membahasnya bagaimana, tetapi kalau di laut sudah," ujar Ryamizard di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (14/7).
Lebih lanjut, kata dia, militer Indonesia dapat memasuki wilayah perairan Filipina. Hal ini dilakukan menurutnya untuk mencegah adanya anak buah kapal (ABK) WNI yang disandera di kemudian hari.
"Seperti yang saya ajukan di Manila kemarin, bagaimana kita mengamankan kawasan, apa yang harus kita koordinasikan sehingga betul-betul aman. Kalau kemarin kita buat rute yang harus dilalui dan itu dikawal. Kalau masuk, misalnya pengejaran di FIlipina, boleh masuk asal lapor dan beri tahu apa yang dibawa dan berapa orang, itu bisa masuk," jelasnya.
Patroli gabungan tiga negara hingga saat ini belum juga dilakukan. Ryamizard mengatakan, TNI harus berlatih strategi-strategi pembebasan sandera terlebih dahulu.
Ia menambahkan, Senin (18/7) mendatang pihaknya akan bertolak ke Kalimantan Selatan untuk bertemu dengan pengusaha tongkang dan batu bara agar disiplin menaati peraturan pengamanan perairan yang telah disepakati.
"Apa pun sifatnya, kerja sama apalagi patroli harus latihan. Kemarin (belum) kan karena masih Lebaran. Yang saya rencanakan ke depan, yang sudah ya sudah, tidak boleh lagi terjadi ke depannya. Asal tentara dan pengusaha ini harus disiplin. Kalau mereka lewat rute lain lalu diculik ya salah dia. Karena kalau kita mengawasi seluruh jalur, gimana kan luas. Maka kuncinya disiplin," jelasnya.
Untuk saat ini, Ryamizard mengatakan pemerintah Indonesia masih memantau perkembangan operasi militer yang dilakukan militer Filipina kepada kelompok Abu Sayyaf.
Adapun, Filipina telah mengerahkan 10.000 tentara untuk menyerbu kelompok Abu Sayyaf. Hasilnya, 40 orang dari kelompok Abu Sayyaf tewas dan 37 lainnya luka-luka. Sementara itu, informasi yang didapatnya dua hari lalu, sandera WNI masih dalam keadaan baik.
"10 ribu tentara itu bukan sedikit. Kalau kita tambah, nanti bisa kacau itu. Yang jelas, saya dengan Malaysia dan Filipina koordinasi dengan kita. Antarmenteri pertahanan itu hampir tiap hari koordinasi. Kondisi WNI kita masih dalam keadaan baik, ada yang sakit-sakitan tapi sandera negara lain karena sudah lama," pungkasnya. (OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved