FISIKAWAN Stephen Hawking dan taipan Rusia Yuri Milner mengadakan konferensi pers di London, Inggris, kemarin, untuk mengumumkan proyek baru di bidang ilmu pengetahuan. Mereka ingin mendapatkan jawaban mengenai ada atau tidaknya kehidupan lain di alam semesta.
Demi ambisi itu, tidak tanggung-tanggung, mereka siap menyuntikkan dana sebesar US$100 juta (Rp1,3 triliun).
Tidak hanya kekuatan kapital, segala kekuatan otak dan kecerdasan manusia pun akan dikerahkan. Usaha tersebut mereka sebut dengan istilah Breakthrough Listen.
"Kami percaya bahwa kehidupan muncul secara spontan di Bumi," kata Hawking dalam konferensi pers di akademi ilmu pengetahuan Royal Society.
"Jadi di alam semesta tanpa batas, sepatutnya ada kejadian lain dari kehidupan," tambah Director of Research pada Centre for Theoretical Cosmology, University of Cambridge itu.
Pengusaha Milner, yang mendanai inisiatif Breakthrough Listen, mengatakan proyek tersebut akan menjadi pencarian ilmiah yang paling intensif yang pernah dilakukan untuk menyingkap tanda-tanda peradaban alien.
Proyek itu akan menggunakan beberapa teleskop terbesar di Bumi, mencari jauh lebih dalam ke alam semesta dari yang pernah dilakukan sebelumnya.
Sejumlah teleskop bumi akan mampu mendeteksi sinyal dari teknologi yang sama canggih yang dikirim dari pusat Bima Sakti. "Breakthrough Listen mencari kehidupan di alam semesta ke tingkat yang sama sekali baru," kata Milner.
Mantan fisikawan itu mengatakan pemindaian akan mengumpulkan lebih banyak data dalam satu hari, melampaui pengumpulan data periode satu tahun dari setiap pencarian sebelumnya.
Kegiatan penyingkapan akan melacak jutaan bintang terdekat, pusat galaksi Bima Sakti, dan 100 galaksi terdekat. "Kami tidak perlu menganggap bahwa peradaban (kehidupan lain) tersebut yang jauh lebih maju dari pada kita," kata Milner.
Martin Rees, astronom Inggris dan salah satu pemimpin proyek, mengatakan teknologi modern yang digunakan memungkinkan pencarian yang jauh lebih sensitif dari sebelumnya.
Namun, dia memperingatkan kemungkinan keberhasilan untuk menemukan kehidupan asing."Ini pertaruhan besar, tentu saja, bahkan jika kemungkinan keberhasilannya kecil," kata astrofisikawan itu. (AFP/theWashington Post/I-2)