Megabots, Perwujudan Mimpi Tiga Sosok Genius

Andhika Prasetyo
21/7/2015 00:00
Megabots, Perwujudan Mimpi Tiga Sosok Genius
(FACEBOOK.COM/ MEGABOTS)
BERDIRI di atas balkon Javits Center, tempat New York Comic Con 2015 digelar, robot setinggi 4,572 meter dengan berat 7 ton menyambut para pengunjung yang tiba ke acara yang digelar selama satu minggu tersebut.

Robot yang memiliki struktur mirip dengan Megazord Power Rangers itu menggerak-gerakkan tangannya layaknya makhluk hidup. Kerumunan pengunjung pun bersorak bertepuk tangan.

"Ini adalah Megabots. Yang pertama dari jenisnya," ujar Andrew Stroup, Gui Cavalcanti, dan Matt Oehrlein, yang merupakan para pencipta Megabots.

Stroup, yang merupakan insinyur mesin dan aerospace di Kementerian Pertahanan AS, bertemu dengan Cavalcanti, seorang insinyur mesin dan pendiri Artisan Asylum, di sebuah kompetisi robot bertajuk The Big Brain Theory: Pure Genius. Sejak saat itulah keduanya bergabung dengan mengedepankan visi dan misi yang sama.

Setahun kemudian, setelah melakukan penelitian dan mendapatkan perkembangan yang signifikan, mereka pun merekrut Oehrlein, insinyur dalam bidang teori kontrol dengan reputasi melegenda, sebagai pelengkap puzzle robot mereka.

"Kami melakukan ini dengan mempertaruhkan seluruh hidup kami," ujar Cavalcanti.

Gagasan menciptakan sebuah robot bermula dari obsesi mereka dengan segala hal yang berbau robot dan gim video. Mereka hampir menghabiskan seluruh hidup mereka dengan bermain bersama robot, baik dalam bentuk gim video ataupun ciptaan mereka sendiri.

Stroup, Cavalcanti, dan Oerhlein memulai perjalanan dengan kemampuan finansial seadanya. Saat itu, mereka hanya mendapatkan bantuan dari seorang investor yang yakin bahwa ketiga orang tersebut akan mencapai kesuksesan dalam menggapai ambisi mereka.

Sejak saat itu, mereka pun mulai merintis pengembangan robot dengan sangat meyakinkan dan berhasil menarik investor-investor lainnya.

Tiga pendiri Megabots memiliki keahlian di bidang masing-masing. Cavalcanti menerapkan prinsip fisika dan teknik mesin untuk mengubah konsep seni menjadi sebuah robot, sedangkan Stroup membangun, merakit, dan menciptakan sistem kekuatan robot. Oehrlein bertugas mendesain software (perangkat lunak) yang berperan sebagai otak robot. Akhirnya, mereka pun mampu menyelesaikan Megabots pertama dengan fungsi yang sempurna, lengkap dengan persenjataannya.

Setelah berhasil menciptakan robot, impian mereka tidak berhenti begitu saja. Gagasan baru pun muncul di benak ketiga pria tersebut. Mereka ingin menciptakan sebuah pertandingan robot yang digelar secara profesional layaknya dalam film arahan Shawn Levy yang dibintangi Hugh Jackman, Real Steel.

"Ini evolusi dari WWE, UFC, dan NASCAR. Ini pertarungan sebenarnya. Pertarungan robot raksasa," ujar Stroup.

"Megabots menciptakan kesempatan untuk hal ini. Menghapus jarak antara olahraga dan teknologi. Menggabungkan keduanya," imbuhnya.

"Seperti NASCAR, UFC, dan WWE, mereka memiliki platform untuk menjalankan kompetisi tersebut. Pembalap berkompetisi di trek. Pegulat berkompetisi di arena. Akan tetapi, apa yang lebih penting, mereka berhasil menarik penonton dan menghasilkan uang. Pertandingan itu disiarkan di televisi dan disaksikan di seluruh dunia. Banyak pihak yang bekerja sama dengan liga dan berani membayar mahal untuk mendapatkan konten secara eksklusif," jelas Stroup.

"Mereka benar-benar mesin pembuat uang," tegasnya.

"Megabots berencana untuk mengikuti model tersebut. Kami juga akan melakukan konvoi dan mengadakan pertandingan dari kota ke kota. Menciptakan fanbase di seluruh negeri," lanjutnya.(bussinesinsider.com/Pra/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya