Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH lima bulan sejak pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS), pemerintah Korea Selatan (Korsel), Rabu (13/7), akhirnya menentukan lokasi pembangunan sistem pertahanan rudal milik AS terminal high altitude area defense (THAAD). Sistem pertahanan yang nantinya akan mampu menghancurkan rudal musuh itu terletak di Seongju, Provinsi Gyeongsang Utara, 200 kilometer sisi tenggara Seoul. Warga di sekitar Seoungju diharapkan mendukung rencana itu. "Kami berharap masyarakat dan warga Seongju memberikan dukungan atas keputusan ini," demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Korsel.
Penentuan lokasi itu telah disetujui Menteri Pertahanan AS Ash Carter dan mitranya dari Korsel Han Min-Koo.
Pembuatan sistem itu diperkirakan rampung pada akhir tahun depan. Sistem THAAD dapat melindungi dua per tiga area Korsel dari ancaman serangan rudal Korea Utara (Korut) sekaligus melindungi fasilitas industri vital, termasuk pembangkit listrik tenaga nuklir dan depot minyak Korsel. Rencana pengerahan sistem THAAD mencuat sepekan lalu setelah AS memasukkan pemimpin Korut Kim Jong-un ke daftar hitam kasus hak asasi manusia untuk pertama kali.
Langkah itu menuai kecaman Rusia dan Tiongkok. Keduanya menilai dukungan Washington memperparah ketegangan kedua negara itu dan berisiko menimbulkan kekacauan. Kendati demikian, pemilihan Seongju sebagai lokasi penempatan sistem THAAD menimbulkan keresahan warga. Dikhawatirkan, sistem itu berisiko mengganggu industri pertanian buah semangka yang menjadi sandaran masyarakat setempat.
Ribuan warga berkumpul, Rabu (13/7), di Seongju untuk melakukan aksi protes. Kepala kawasan Seongju Kim Hang-gon bersama 10 orang lainnya rela menyayat jari dan menulis kalimat penolakan menggunakan darah mereka bertuliskan, 'Kami sepenuhnya menentang pembangunan THAAD'. "Pengerahan sistem THAAD mengancam kehidupan 45 ribu warga yang 60% di antaranya menggantungkan hidup pada perkebunan semangka," seru kelompok antipembangunan THAAD dalam sebuah pernyataan.
Otoritas Korsel pun khawatir kecaman Tiongkok akan merugikan sektor perdagangan. Namun, Menteri Keuangan Korsel Yoo Il-ho optimistis Tiongkok akan memisahkan urusan politik dan ekonomi serta tidak akan melempar sanksi terkait dengan pembangunan sistem rudal Korsel. Situasi di Semenanjung Korea memanas sejak Pyongyang meluncurkan uji nuklir yang keempat pada Januari 2016.
Korut secara berkala menggelar serangkaian uji coba peluncuran rudal yang menjadi tanda bahwa negeri itu tengah mencatatkan kemajuan. Senin (11/7), Korut mengancam Korsel dan AS akan mengambil tindakan fisik jika sistem THAAD benar dikerahkan. AS dan Korsel mulai berencana membangun sistem THAAD di semenanjung Korea pada Februari setelah Korut menembakkan roket jarak jauh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved