Tak disangka-sangka, petaka itu tiba-tiba menghampiri Mick Fanning. Peselancar Australia tersebut hampir saja kehilangan nyawanya.
Saat unjuk kebolehan di ajang J-Jay Open, di Afrika Selatan, Minggu (19/7), seekor hiu muncul menyerang Fanning, salah satu finalis pada J-Bay Open.
Kejadian horor itu sempat tertangkap kamera televisi. Ketika Fanning sedang menunggu ombak untuk mulai berselancar, tiba-tiba sirip hewan pemangsa itu muncul di belakangnya. Dia terkejut saat menoleh ke arah ikan ganas itu. Fanning pun mendayung sekuat tenaga untuk menyelamatkan diri.
Namun, hiu berusaha menyeretnya dari papan selancar. Gulungan-gulungan ombak sempat menyembunyikan tubuh Fanning.
Para komentator yang menyaksikan adegan itu terperanjat. Mereka mencoba menjelaskan apa yang terjadi.
"Segera keluarkan mereka dari air!" kata komentator dengan suara lantang.
Ternyata keberuntungan memihak Fanning. Peselancar dunia itu lolos dari terkaman maut sang pemangsa. Kapal regu penyelamat segera menghampiri dan membantu Fanning serta finalis lainnya, Julian Wilson.
Fanning shocked dan terguncang hebat. "Semuanya berlangsung tiba-tiba. Insting saya berkata ada sesuatu di belakang saya," kata Fanning terbata-bata kepada situs World Surf League. Tiba-tiba, lanjutnya, seperti ada sesuatu yang menarik dengan kuat ke bawah air. "Saya sempat terseret. Namun, saya berusaha menyelamatkan diri. Saya tonjok bagian punggung ikan itu sambil terus berenang dan berteriak minta tolong."
Upaya Fanning tidak sia-sia. Water Safety Team menariknya dan Wilson keluar dari laut sebelum mereka terluka.
"Kawan, Anda bergumul dengan seekor hiu," kata Peter Mel setelah Fanning dan Wilson naik ke perahu tim penyelamat.
Ibunda Fanning yang menyaksikan kejadian horor itu di layar kaca sempat mengira akan kehilangan buah hatinya.
"Saya sangat takut. Saya kira ketika gulungan ombak menyapu mereka, anak saya tidak akan selamat," kata Elizabeth Osborne kepada radio ABC di Australia.
Karena tragedi itu, kompetisi surfing J-Bay Open yang masih tersisa terpaksa dibatalkan. Padahal, Afrika Selatan ialah destinasi keenam dari ajang Samsung Galaxy World Surf League (WSL) Championship Tour 2015.
Panitia dan para peserta berembuk. Setelah berdiskusi dengan Komisaris WSL, Kieren Perrow, baik Fanning maupun pesaingnya, Julian Wilson, memutuskan untuk sama-sama mengambil posisi kedua dalam peringkat poin. Mereka juga sepakat membagi hadiah berupa uang tunai yang telah disiapkan untuk pemenang.
"Kami sangat bersyukur karena tidak ada satu pun yang terluka hari ini. Ketenangan Mick dan kecepatannya dalam bertindak menghadapi situasi yang menakutkan merupakan hal yang heroik dan aksi cepat dari petugas keamanan air sangat terpuji," kata Perrow. (AFP/The Guardian/CNN/Haufan Hasyim S/T-3)