Bank di Yunani kembali Beroperasi

Yanurisa Ananta
21/7/2015 00:00
Bank di Yunani kembali Beroperasi
(AFP/ARIS MESSINIS)
SETELAH ditutup selama tiga pekan sejak 29 Juni lalu, bank-bank di Yunani kembali dibuka pada Senin (20/7).

Kepala Asosiasi Bank Yunani Louka Katseli mengatakan, saat ini, nasabah sudah bisa melakukan penarikan maksimal sebesar 300 euro setelah sebelumnya hanya bisa menarik maksimal sebesar 60 euro.

Besaran maksimal 300 euro itu berlaku hingga Jumat (24/7). Selanjutnya, besaran maksimal penarikan uang akan bertambah menjadi 420 euro.

Penutupan bank yang merugikan negara hingga 3 miliar euro itu membuat kondisi ekonomi terimpit.

Sejak Desember 2014 tercatat, setidaknya 40 miliar euro ditarik dari bank-bank di Yunani akibat kekhawatiran nasabah. Menurut Katseli, penutupan bank tersebut merusak kemampuan bank di Yunani untuk berfungsi secara normal.

Katseli mendesak warga Yunani untuk menaruh kembali tabungan mereka di bank untuk memperkuat likuiditas.

"Jika kita menarik tabungan dari bank dan kita depositkan ke bank, kita akan memperkuat likuiditas," kata Katseli.

Kartu kredit untuk transaksi antarnegara pun sudah bisa digunakan. Transfer untuk para pelajar di luar negeri bisa dilakukan sebesar 5.000 euro per kuartal.

Sementara itu, warga Yunani yang sedang dirawat di luar negeri bisa menarik uang sebesar 2.000 euro per hari.

Reformasi keuangan
Pemerintah radikal sayap kiri Yunani, minggu lalu, menyetujui pengetatan reformasi keuangan guna mencairkan dana talangan sebesar 86 miliar euro.

Konsekuensi dari keputusan itu ialah pajak barang dan jasa mengalami kenaikan dari 13% menjadi 23%. Di sisi lain, pajak obat, buku, dan surat kabar menurun menjadi 6% dari 6,5%.

Namun, tidak semua warga Yunani puas dengan pembukaan kembali bank. Grigoris, 76, seorang pensiunan, mengaku kecewa lantaran tidak bisa menarik uang sebesar 420 euro saat ini.

"Saya diberi tahu untuk menunggu hingga Jumat untuk bisa menarik dengan besaran tersebut," keluhnya.

Begitu pula dengan Maria, ia masih harus menunggu di luar kantor cabang Alphabank, Athena, Yunani.

Maria mengaku tidak bisa membayar tagihan listrik selama tiga minggu karena bank tutup.

Masih ada beberapa tempat yang tidak bisa mentransfer uang ke luar negeri, mengambil uang dalam jumlah besar, atau membuat akun baru.

Berdasarkan surat kabar Kathimerini, langkah-langkah yang dilakukan pemerintah Yunani itu membebani ekonomi 'Negeri para Dewa' sekitar 3 miliar euro.

Jumlah tersebut tidak sedikit mengingat banyak pendapatan bersumber dari sektor pariwisata hilang.

Untuk pertama kalinya dalam sebulan, tim teknis mewakili para kreditur (Uni Eropa, Bank Sentral Eropa, dan IMF) meminta Yunani untuk menilai kondisi ekonomi.

Paket penghematan yang menuai pertentangan dari beberapa anggota parlemen Partai Syriza memaksa Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras melakukan perombakan terbatas pada Jumat (24/7) mendatang.

Meski demikian, para analis dan pemerintah berpendapat pemilihan umum saat ini tidak dapat dihindari dan diperkirakan akan diadakan September mendatang.

Koalisi Tsipras mengantongi 162 kursi di parlemen, padahal Rabu (15/7) lalu hanya ada 123 anggota parlemen yang mendukung persetujuan paket penghematan. (AFP/I-2)

yanurisa@mediaindonesia.com




Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya