Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMIMPIN pemberontak Kroasia-Serbia Goran Hadzic yang diadili pengadilan perang PBB atas perannya dalam perang di Kroasia antara 1991-1995 meninggal dunia pada Selasa (12/7).
Pengadilan perang PBB yang bermarkas di Den Haag, April lalu, memutuskan untuk menghentikan pengadilan Hadzic setelah dia didiagnosa menderita kanker otak terminal.
"Setelah menderita sakit yang parah, Goran Hadzic meninggal pada hari ini," ungkap kantor berita Tanjug mengutip pernyataan dari rumah sakit pemerintah di Provinsi Vojvodina, Kroasia.
"Kondisinya terus menurus selama dua bulan terakhir dan dia menghabiskan mayoritas waktunya di rumah sakit dimana dia akhirnya meninggal dunia," imbuh Tanjug.
Hadzic, tersangka terakhir dalam Pengadilan Kriminal Internasional negara bekas Yugoslavia (ICTY) didakwa melakukan 14 kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Tuduhan itu mencakup pembunuhan terhadap warga sipil yang diambil dari Rumah Sakit Vukovar pada 1991.
Hadzic juga didakwa melakukan pembantaian terhadap warga sipil Kroasia yang dipaksa berjalan ke rajang ranjau di Kota Lovas pada Oktober 1991.
Hadzic ingin mendirikan negara yang didominasi Serbia setelah pecahnya Yugoslavia pada 1991 pascaruntuhnya komunisme.
Di pengadilan, dia dituduh melakukan aksi pembersihan terhadap warga non-Serbia dari sepertiga wilayah Kroasia menggunakan pembunuhan, pemenjaraan, pemukulan, dan deportasi.
Pengadilan Hadzic digelar pada Oktober 2012 setelah dia ditangkap di Serbia pada 2011 setelah melarikan diri selama tujuh tahun. Namun, dia kemudian didiagnosa menderita kanker otak terminal pada November 2014.
Dia kemudia dibebaskan enam bulan kemudian dan diizinkan kembali ke Serbia untuk mendapatkan perawatan. (AFP/OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved