Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Ekonomi Eropa mendesak Perdana Menteri terpilih Inggris, Theresa May, untuk mempercepat proses negosiasi perceraian Inggris Raya dari Uni Eropa yang dikenal dengan Brexit (British Exit). Komisioner Eropa untuk Urusan Ekonomi dan Keuangan, Pierre Moscovici, mengatakan penundaan berlarut-larut setelah referendum 23 Juni lalu, yang hasilnya mayoritas warga Inggris memilih keluar dari Uni Eropa, akan memperpanjang ketidakpastian ekonomi.
“Partai Konservatif bergerak cepat. (Perdana Menteri) David Cameron seharusnya diganti pada September, sekarang baru Juli. Ada kemungkinan bahwa proses diskusi dengan Uni Eropa juga dilekaskan. Saya pikir itulah yang diharapkan masyarakat,” kata Moscovici, Selasa (12/7). Pernyataan dia muncul beberapa jam setelah Kanselir Jerman Angela Merkel mendesak May untuk ‘segera’ memperjelas apa hubungan masa depan yang diinginkan London dengan Uni Eropa. Theresa May, menteri dalam negeri Inggris, resmi menjadi perdana menteri Inggris mulai Rabu (13/7) menggantikan David Cameron, yang mengundurkan diri setelah hasil referendum memutuskan Inggris keluar dari Uni Eropa. “Saya merasa terhormat telah dipilih Partai Konservatif untuk menjadi pemimpin,” ujar May yang dalam kampanye Brexit .
Kini setelah ditahbiskan sebagai pemimpin Inggris Raya, ia memastikan tidak akan mengutak-atik hasil referendum. “Brexit berarti Brexit, dan kita akan menyongsong keberhasilan atas putusan rakyat itu,” tegas May yang merupakan pendukung bertahan di UE. Hengkangnya Inggris dari Uni Eropa melemahkan blok ekonomi yang terdiri dari 28 negara tersebut dan menciptakan ketidakpastian besar terhadap sektor perdagangan dan investasi serta membuat pasar keuangan ikut terguncang. Theresa May dan pesaingnya, Andrea Leadsom, sedianya bertarung memperebutkan suara dari akar rumput anggota Partai Konservatif, dengan hasil yang akan diumumkan pada 9 September.
Namun, pada Senin (11/7), secara tiba-tiba Leadsom undur diri dari bursa pertarungan setelah dalam kampanye melemparkan komentar kurang arif tentang pesaingnya, yang ia sebut tidak memiliki anak dan menuding May melebih-lebihkan daftar riwayat hidupnya. Pemimpin 59 tahun itu menyebut dirinya akan menghantarkan Inggris Raya keluar dari UE. Dia menjadi perempuan kedua yang memimpin wilayah itu. Sebelumnya, Margaret Thatcher, juga dari Partai Konservatif, memimpin Inggris pada 1979–1990. May menghadapi tugas berat untuk mempersatukan Inggris Raya dan partainya yang terpecah karena referendum. (AFP/Hym/I-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved