Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
RATUSAN pengunjuk rasa di Chicago, Amerika Serikat (AS), memprotes aksi penembakan oleh polisi yang terjadi di beberapa negara bagian, selasa (12/7). Beberapa orang bertepuk tangan dan menabuh drum seraya berseru, “Tidak ada keadilan! Tidak ada perdamaian!” Mobilmobil membunyikan klakson sebagai bentuk dukungan. Di tempat terpisah, kelompok pengunjuk rasa yang lebih kecil berdemonstrasi di Sacramento, California. Kepala Kepolisian Bagian Dallas David Brown
yang mengaku menerima ancaman pembunuhan menantang para demonstran untuk menempatkan posisi sebagai polisi yang bertugas menegakkan hukum.
“Kami merekrut kalian. Keluar dari garis protes dan isi aplikasinya. Kami akan menempatkan Anda di lingkungan Anda dan kami akan membantu selesaikan beberapa masalah yang Anda protes,” kata Brown seperti dilansir AFP. Menyusul aksi protes itu, warga sipil dan polisi di Dallas berkumpul sejenak dalam keheningan di depan kantor polisi. Aparat kepolisian berbaris dan membuat lingkaran di sekitar mobil polisi yang ditutupi balon dan bunga.
Pemerintah Kota Dallas berencana menyalakan lilin pada malam hari di Dallas City Hall Plaza sebagai bentuk duka. Di lain hal, korban penembakan juga siap dimakamkan. Presiden AS Barack Obama dan mantan presiden George W Bush mengunjungi Dallas dan memberi sambutan di tugu peringatan antaragama di Dallas. Obama diharapkan bertemu secara khusus dengan keluarga polisi yang tewas dan yang terluka.
Pemakaman Kopral Senior Lorne Ahrens dari Departemen Kepolisian Dallas dan Brent Thompson, polisi Dallas Area Rapid Transit, akan dilakukan Rabu (13/7). Adapun upacara pemakaman Sersan Michael Smith dari Departemen Kepolisian Dallas direncanakan Kamis (14/7). Pemakaman polisi lain yang tewas hingga saat ini belum jelas. Seperti diberitakan, penembak para polisi itu ialah Micah Johnson, 25, mantan tentara AS yang pernah dikirim ke Afghanistan. Orangtua Johnson mengatakan anak mereka kecewa setelah dikeluarkan dari tentara pada 2015.
“Militer tidak seperti yang dia bayangkan. Micah sangat kecewa. Tapi itu mungkin karena kebijakan pemerintah dengan pemikiran militer yang dia miliki tak sesuai dengan ekspektasinya,” kata ibu Johnson, Delphine, kepada jaringan The Blaze. Johnson mengabdi di tentara selama enam tahun pada pasukan cadangan. Dia berada di Afghanistan sejak November 2013 hingga Juli 2014. Menurut ayah Johnson, setelah keluar dari militer, anaknya banyak belajar sejarah kulit hitam. Namun, ia tidak pernah menunjukkan kebencian terhadap orang kulit putih atau ras lain. (AFP/Aya/T-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved