Penembak Polisi Dallas Rencanakan Serangan Bom Besar

Haufan Hasyim Salengke
11/7/2016 19:39
Penembak Polisi Dallas Rencanakan Serangan Bom Besar
(AFP)

OTORITAS penegak hukum Amerika Serikat (AS), Minggu (10/7) waktu setempat, mengatakan pria kulit hitam bersenjata yang menembak mati lima polisi di Dallas merencanakan serangan bom besar dan tersangka memiliki material peledak yang cukup untuk menimbulkan daya rusak yang masif.

Micah Johnson, 25, veteran Angkatan Darat, menembak para personel polisi Kamis (7/7) ketika ratusan orang menggelar aksi unjuk rasa di pusat Kota Dallas. Massa memprotes penembakan fatal oleh polisi yang menewaskan dua warga kulit hitam, Philando Castile dan Alton Sterling, Rabu (6/7).

"Kami yakin tersangka ini punya rencana lain dan berpikir bahwa apa yang dia lakukan adalah benar dan diyakini ia akan menargetkan penegak hukum, membuat kita membayar untuk apa yang pandang bahwa penegakan hukum menyasar warna kulit," kata Kepala Kepolisian Dallas, David Brown.

Ia mengungkapkan rincian baru tentang negosiasi Johnson dengan polisi dan tersangka mengejek pihak berwenang, menertawakan mereka, dan bernyanyi. Di sebuah kesempatan Johnson juga bertanya soal berapa banyak perwira yang telah ia tembak.

Sementara itu setelah satu pekan konfrontasi, kekerasan sporadis, dan penangkapan selama aksi unjuk rasa memprotes penembakan orang kulit hitam oleh polisi, orang tua dari salah satu korban meminta warga untuk tenang.

Valerie Castile, ibu Philando Castile yang ditembak mati di Minnesota oleh polisi, mengirim sebuah pernyataan kepada media melalui kuasa hukumnya, Minggu (10/7).

"Kami menyerukan semua orang untuk tetap bertindak damai dalam semua demonstrasi di seluruh spektrum masyarakat dan bangsa kita," bunyi pernyataan itu.

"Ketika demonstrasi-demonstrasi berujung kekerasan, itu sesungguhnya sikap yang tidak menghormati anak saya dan kenangannya. Philando adalah anak yang menjunjung perdamaian dan martabat," tegas sang ibu.

Valerie Castile menegaskan ia tidak akan pernah berhenti atau beristrahat untuk bersuara dan melancarkan aksi hingga keadilan ditegakkan. (AFP/AP/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya