Jutaan Ringgit Mengalir dari Rekening Najib ke BN

MI/SMH/TMI/Hym/I-2
15/7/2015 00:00
Jutaan Ringgit Mengalir dari Rekening Najib ke BN
(AP Photo/Vincent Thian)
SEBUAH kelompok yang aktif dalam advokasi pemerintahan yang bersih berjanji akan mengeluarkan bukti untuk membongkar transaksi jutaan ringgit dari rekening pribadi Perdana Malaysia Menteri Najib Razak yang mengalir ke rekening sejumlah partai koalisi Barisan Nasional (BN).

Lembaga Citizens for Accountable Governance Malaysia (CAGM) mengatakan sejumlah bukti dokumen yang mereka pegang, ketika dibuka, akan memberatkan posisi pemerintahan saat ini. "Dokumen tersebut akan menghubungkan titik-titik dan menyelesaikan teka-teki," kata Md Zainal Abidin dari CAGM, seperti dilansir The Malaysian Insider, Selasa (14/7).

Pada Minggu (12/7), CAGM mengklaim tentang aliran uang dari rekening pribadi Najib di AmBank Kuala Lumpur yang disalurkan kepada rekan koalisi BN saat pemilihan umum ke-13 pada Mei 2013. Zainal mengatakan bukti itu ialah bagian dari dokumen pengadilan yang diajukan oleh seseorang dari industri perbankan dalam sebuah gugatan atas masalah lain di Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur.

Dia mengatakan pihaknya telah memperoleh izin penggugat untuk mengungkapkan bukti berupa pernyataan di bawah sumpah itu. Zainal menyatakan langkah CAGM sebagai upaya untuk menyadarkan masyarakat bahwa pola dan metode pendanaan politik semacam itu telah berlangsung lama.

Dia mengklaim pihak BN masing-masing mendapat RM30 juta hingga RM50 juta. Dana juga disalurkan ke lebih dari puluhan rekan koalisi BN dan lembaga swadaya masyarakat, masing-masing antara RM1 juta dan RM8 juta. Terpisah tapi masih terkait, Malaysia menolak permintaan pemerintah Australia untuk informasi skandal korupsi yang mungkin melibatkan PM Najib.

Fairfax Media mengatakan bahwa para pejabat senior di Canberra sangat concern terhadap informasi yang berimplikasi pada orang-orang di kantor Najib dan pendahulunya, Abdullah Badawi, terkait dengan kasus kontrak pencetak-an nota bank polimer. asus yang dimaksud ialah dugaan korupsi proyek pencetakan uang kertas yang melibatkan Malaysia dan dua perusahaan Australia. Kedua perusahaan itu ialah Reserve Bank of Australia (RBA) dan Note Printing Australia.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya