SETELAH berunding selama 17 jam di Brussels, Belgia, negara zona euro dan Yunani menyetujui pencairan dana talangan sebesar 86 miliar euro untuk pembayaran utang 'Negeri Para Dewa' itu. Namun, kesepakatan tersebut mengakibatkan tekanan bagi pemerintah Yunani. Pasalnya, Yunani perlu melakukan penghematan yang lebih ketat daripada sebelumnya.
"Pertemuan negara zona euro telah mencapai kesepakatan. Semua bersedia menjalankan program ESM (European Stability Mechanism) untuk Yunani dengan perubahan yang serius," kata presiden zona euro Donald Tusk. Belum ada laporan lengkap mengenai hasil pertemuan tersebut.
Namun, mereka setuju penghematan akan lebih ketat ketimbang sebelumnya. Padahal, sebelumnya, Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras menolak melanjutkan program penghematan. Bahkan, dia berjanji akan menghentikan penghematan yang telah dilakukan Yunani selama lima tahun. "Kami menyelesaikan perjuangan hingga akhir. Mayoritas warga Yunani akan menyetujui langkah ini," ucap Tsipras pascapertemuan.
Jaminan Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan Yunani masih memiliki program dana talangan dengan Dana Moneter Internasional (IMF) yang akan berakhir musim semi tahun depan. Beberapa pemimpin Eropa menginginkan jaminan bahwa mereka tidak akan membuang uang karena kreditur Eropa dan IMF telah meminjamkan sekitar 233 miliar euro sejak 2010 pada Yunani.
Oleh karena itu, Yunani diminta memarkir aset mereka hingga 50 miliar euro di Luksemburg untuk privatisasi. Saat menanggapi kesempatan terakhir Yunani itu, Merkel mengatakan rasa percayanya terhadap Yunani berkurang. Bahkan, Eurogroup menawarkan Yunani keluar dari zona euro untuk sementara.
Ide itu dicetuskan Jerman. Namun, hal itu ditentang Prancis. Presiden Prancis Francois Hollande mengatakan ia akan melakukan apa pun untuk mempertahankan Yunani dalam zona euro. Kesepakatan itu, kata Hollande, memungkinkan Yunani bertahan di zona euro termasuk restrukturisasi utang.
"Tsipras telah membuat keputusan yang berani di saat ia meminta reformasi yang lain," kata Hollande. Pihak kementerian keuangan mengatakan mereka akan bertemu lagi pada Senin (20/7) untuk membicarakan dukungan kepada Yunani, saat rincian mengenai dana talangan sedang dinegosiasikan. Proses itu bisa berlangsung berminggu-minggu.
Kesepakatan tersebut mendorong Yunani untuk melakukan perubahan pada pensiun, energi, buruh, dan produk pasar sesuai dengan proposal yang diajukan pekan lalu. Saat menanggapi hal itu, warga Yunani melontarkan kekecewaan lewat Twitter. Beberapa menyebut seharusnya Yunani tidak menyetujui konsesi apa pun sebelum menerima jaminan dana talangan. Bank masih ditutup selama dua minggu sehingga warga cemas kehabisan pasokan makanan dan obat. "Kami tidak tidur, semua orang khawatir," ujar salah seorang pensiunan.