Jelang Pemakzulan, Rousseff Bela Diri

Basuki Eka Purnama
07/7/2016 09:10
Jelang Pemakzulan, Rousseff Bela Diri
(AFP/EVARISTO SA)

PRESIDEN Brasil yang tengah dibekukan posisinya menyebut upaya pemakzulan dirinya sebagai ketidakadilan dalam sebuah pernyataan bela diri yang dilansir pada Rabu (6/7).

Upaya pemakzulan itu mengguncang negara Amerika Latin yang tengah menghadapi resesi dan skandal korupsi menjelang Olimpiade 2016 di rio de Janeiro yang akan digelar pada bulan depan.

Dalam keterangan tertulis yang dialamatkan kepada Komite Pemakzulan Senat Brasil, pemimpin sayap kiri berusia 68 tahun itu membantah dirinya melanggar konstitusi dengan mengutak-atik anggaran negara.

"Yang paling menyakitkan adalah ketidakadilan yang terjadi," ungkap Rousseff dalam keterangan yang dibacakan kuasa hukumnya, Eduardo Cardozo.

"Yang paling menyakitkan adalah melihat saya dijadikan korban oleh sistem hukum dan politik."

"Saya tidak melakukan kejahatan apa pun. Saya tidak pernah menyelewengkan satu sen pun dana rakyat untuk kepentingan pribadi atau pihak lain," imbuhnya.

Senat Brasil diagendakan mendengar keputusan komite pemakzulan pada 4 Agustus. Olimpiade 2016 digelar antara 5 dan 21 Agustus. Senat kemudian akan melakukan voting terkait nasib Rousseff antara 25 dan 27 Agustus. (AFP/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya