Polisi Malaysia Selidiki Pembocor Dokumen Bank

CNA/fox/X-5
14/7/2015 00:00
Polisi Malaysia Selidiki Pembocor Dokumen Bank
Khalid Abu Bakar, Inspektur Jenderal Polisi Diraja Malaysia( AFP/MOHD RASFAN)

KEPOLISIAN Malaysia akan menyelidiki semua anggota satuan tugas khusus (satgassus) pemerintah, termasuk personel Bank Negara, untuk mengidentifikasi sumber kebocoran dokumen rahasia kepada warga negara asing terkait dengan dana investasi kontroversial dari 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Inspektur Jenderal Polisi Diraja Malaysia Khalid Abu Bakar menyatakan penyelidikan dilakukan setelah pihaknya menerima perintah dari Kejaksaan Agung dan laporan dari penyidik tentang masalah tersebut.

Satgassus dibentuk pemerintah untuk menyelidiki dugaan aliran dana bernilai lebih dari US$700 juta ke rekening bank pribadi milik Perdana Menteri Malaysia Najib Razak.

Dugaan aliran dana dari 1MDB ke Nadjib itu muncul setelah Wall Street Journal dan Sarawak Report memberitakan isi dokumen yang bocor.

"Penyelidikan terhadap satuan tugas khusus bertujuan menemukan pembocor dokumen dan menentukan keaslian dokumen tersebut," ujar Khalid di Kuala Lumpur, kemarin.

Khalid juga mengatakan kebocoran dokumen telah mengancam keamanan nasional. Kepolisian Malaysia juga tidak mengesampingkan kemungkinan adanya konspirasi untuk menggulingkan PM Najib.

Pada Sabtu (11/7), seorang bloger, Raja Petra Kamaruddin, mengatakan polisi sedang menyelidiki tiga pejabat Bank Negara yang diduga berada di balik kebocoran informasi rahasia kepada media. Namun, sehari setelahnya, Khalid dan Bank Negara membantah tudingan Raja.

"Tuduhan seperti itu tanpa dasar. Bank Negara Malaysia berkomitmen mengungkap kebenaran dengan cara yang adil," kata Bank Negara Malaysia dalam pernyataan mereka.

Bank Negara juga menyatakan akan tetap melaksanakan akuntabilitas dan tidak memihak. Bank Negara juga tidak akan mengkhianati kepercayaan publik Malaysia.

"Bank Negara juga akan menyelidiki setiap pelanggaran terhadap undang-undang yang dilakukan para karyawan."

Sementara itu, meski dilanda krisis kepercayaan, PM Najib berjanji tetap melanjutkan tanggung jawabnya menjalankan pemerintahan yang terbaik untuk rakyat. Nadjib bertekad membawa Malaysia mencapai status negara maju pada 2020.

Seperti dikutip dari kantor berita Bernama, Najib mengaku sangat tersentuh dan berterima kasih atas dukungan yang ditunjukkan berbagai pihak terhadap kepemimpinannya.

"Tidak semua berita yang Anda baca benar dan akurat. Sebagai perdana menteri, saya tahu arti sebuah tanggung jawab kepada rakyat dan negara," kata Nadjib saat acara penyerahan bantuan bagi warga lanjut usia di Masjid Kampung Paloh Hinai, Pahang, Malaysia, Minggu (12/7).

Najib juga berjanji, pemerintah Malaysia akan selalu berusaha mengurangi kesenjangan antara daerah perkotaan dan perdesaan dengan melaksanakan berbagai program pembangunan.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya