Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
BARU sepekan lalu tentara pemerintah Irak berhasil merebut balik Fallujah, kota yang terletak 50 km di sisi barat Baghdad, dari tangan kelompok ekstremis Islamic State (IS), bom bunuh diri mengguncang pada Minggu (3/7).
Kali ini, bom mengguncang ibu kota Irak dan menewaskan ratusan orang.
Saat menyikapi serangan mematikan itu, Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi mengumumkan tiga hari berkabung nasional.
Meski dinilai tak becus mengurus keamanan negara, Al-Abadi berjanji akan menghukum pelaku ledakan tersebut.
Dalam sebuah tayangan video, tampak seorang pria melempar batu ke arah mobil iring-iringan Al-Abadi.
Dalam cuplikan video lain terdengar pria berteriak memaki sang perdana menteri.
Hal itu disebabkan masyarakat Irak geram karena pemerintah gagal menghindari insiden di Karrada.
Namun, Abadi menjawab dengan tenang.
"Saya mengerti perasaan emosi dan aksi yang terjadi di tengah momen kesedihan dan marah," ujarnya dalam sebuah pernyataan seperti dilansir AFP, kemarin.
Serangan bom bunuh diri di Karrada itu terjadi beberapa hari menjelang Hari Raya Idul Fitri, saat masyarakat tengah berbelanja kebutuhan hari raya.
Sesaat setelah serangan terjadi, pihak IS merilis pernyataan bahwa mereka bertanggung jawab atas insiden tersebut.
IS mengatakan sengaja menargetkan mayoritas muslim Syiah Irak.
Serangan itu menuai kecaman. Utusan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Irak, Jan Kubis, menyebut serangan itu sebagai aksi pengecut.
Ia meminta otoritas keamanan untuk menuntut tanggung jawab pelaku.
Hingga kemarin, petugas keamanan dan medis melaporkan setidaknya 213 orang tewas dan 200 lainnya menderita luka akibat serangan bom tersebut.
Kerabat korban terus mencari jenazah di reruntuhan bangunan.
Sebagian teridentifikasi, sebagian lainnya tak dikenali lagi.
Petugas pertahanan sipil memprediksi butuh beberapa hari untuk menemukan jenazah korban.
Hussein Ali, 24, mantan tentara, mengatakan enam pegawainya tewas saat bekerja di toko milik keluarga.
Tubuh korban terbakar parah hingga tidak bisa dikenali.
"Saya akan kembali ke medan perang. Setidaknya di sana saya tahu siapa musuh saya sehingga saya bisa melawan mereka. Tapi di sini, siapa yang saya lawan," imbuh Ali.
Sistem keamanan
Insiden itu memaksa pemerintah Irak meningkatkan sistem keamanan. Pasalnya, selama bertahun-tahun Irak menggunakan detektor bom palsu di beberapa pos pemeriksaan.
Untuk itu, Al-Abadi mengumumkan serangkaian perubahan sistem keamanan, termasuk menyelidiki detektor bom palsu.
Ia juga memerintahkan pengetatan penggunaan alat pemindai di tiap pintu masuk Kota Baghdad.
Selain itu, saat bertugas di pos-pos pemeriksaan, petugas keamanan dilarang menggunakan telepon seluler.
Abadi juga menyerukan peningkatan aktivitas pengintaian udara serta koordinasi antara aparat keamanan.
Ribuan kendaraan lalu-lalang dan keluar-masuk Kota Baghdad setiap harinya sehingga sulit untuk menghindari aksi pengeboman.
Di hari yang sama, misalnya, ledakan juga terjadi di Shaab, sebelah utara Baghdad, hingga mengakibatkan 1 orang tewas dan 4 orang terluka.
Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.
Diduga, serangan itu merupakan aksi balas dendam IS yang selama ini terus didesak dengan berbagai serangan sekaligus memberikan sinyal bahwa mereka masih bisa membalas.
(AFP/AP/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved