Pelaku Serangan Bangladesh Diumumkan

AFP/Ths/I-2
05/7/2016 02:21
Pelaku Serangan Bangladesh Diumumkan
(AFP/STR)

PEMERINTAH Bangladesh, kemarin, mengumumkan nama para pelaku penyanderaan dan penembakan di sebuah kafe, di Dhaka, Bangladesh.

Mereka sebagian besar anak muda berusia 22 tahun dan telah menghilang dalam enam bulan terakhir.

Serangan yang terjadi pada Jumat (1/7) malam di Kafe Holey Artisan Bakery menewaskan 20 orang yang sebagian besar warga asing.

Mereka yang menjadi korban ialah 9 warga negara Italia, 7 asal Jepang, 1 warga negara AS, dan 1 mahasiswa asal India yang sedang belajar di California, AS.

Enam pelaku serangan ditembak mati di tempat dan seorang ditangkap hidup-hidup.

Kemarin, polisi juga menangkap seorang tersangka lainnya.

"Dua tersangka kami tahan. Satu orang terluka dan dirawat di rumah sakit," ujar pejabat kepolisian Inspektur Jenderal Shahidul Hoque.

Kelompok Islamic State (IS) mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Namun, Menteri Dalam Negeri Asaduzzaman Khan mengatakan para pelaku ialah anggota kelompok terlarang.

"Mereka anggota Jamaeytul Mujahdeen Bangladesh (JMB) yang tidak punya hubungan dengan Islamic State," ujar Khan.

Sementara itu, jenazah korban serangan mulai diambil pihak keluarga.

Dalam sebuah acara penghormatan di Stadion Dhaka yang dipimpin PM Sheikh Hasina, seorang pelayat, Muksedur Rahman, menjelaskan rekannya yang menjadi korban penembakan ialah seorang warga Italia, Nadia Benedetti.

Benedetti, kata dia, ialah orang hebat yang menjadi pedagang tekstil di Kota Dhaka dan sudah berada di sana kurang lebih 20 tahun.

"Saya tidak percaya dia harus mati seperti ini. Kita harus melawan terorisme," kata Rahman.

Pemerintah Bangladesh mengatakan jenazah warga Italia, Jepang, dan India itu akan diserahkan kepada diplomat negara masing-masing pada Senin petang sebelum diterbangkan ke negara asal mereka.

Duta Besar Italia Mario Palma berjanji akan memberi dukungan penuh kepada Bangladesh untuk ikut menumpas kelompok militan di Bangladesh.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya