PAUS Fransiskus mengecam korupsi yang marak terjadi di salah satu negara termiskin di Amerika Selatan, Paraguay, kemarin. Pemimpin tertinggi umat Katolik itu menyebut korupsi sebagai 'borok manusia'.
Paraguay merupakan negara terakhir yang dikunjungi Paus dalam tur Amerika Selatan. Dalam perjalanannya kali ini, ia menyuarakan kesetaraan di Ekuador, Bolivia, dan Paraguay. Ketiga negara dengan penduduk mayoritas Katolik itu memiliki sejarah panjang kemiskinan dan ketidaksetaraan, terutama yang dialami penduduk asli.
Saat berbicara di depan 5.000 orang di stadion di Asuncion, ibu kota Paraguay, yang juga dihadiri Presiden Argentina Cristina Kirchner, Paus mengatakan para pemegang ideologi garis keras berakhir buruk karena tidak mempertimbangkan manusia.
"Lihatlah apa yang terjadi dengan ideologi di abad terakhir, semua berakhir dan menjadi kediktatoran," kata Paus.
Dalam sesi tanya jawab, Paus mengecam tindak pidana korupsi yang menjadi sumber malapetaka bagi beberapa negara di Amerika Selatan. Ia mengatakan korupsi merupakan masalah yang selalu berulang di antara semua bangsa dan negara di dunia.
Seperti yang disuarakan saat mengunjungi Ekuador dan Bolivia, Paus menyerukan perlawanan terhadap kemiskinan serta menyesalkan perilaku konsumtif masyarakat.
"Kesejahteraan seharusnya tidak hanya dinikmati beberapa orang. Setiap warga negara, tanpa pengecualian, harus bisa mendapatkan ini," ujarnya.
Paus berkebangsaan Argentina itu juga mendesak para pemimpin politik untuk tidak mengorbankan manusia demi uang dan keuntungan pribadi.
"Dalam ekonomi, dalam bisnis dan politik, yang terpenting tetap pribadi manusia dan lingkungan tinggalnya," katanya.
Sebelumnya, saat berziarah, Paus memuji pengorbanan perempuan Paraguay dalam sejumlah peperangan bersejarah di negara itu.
Paraguay sempat terguncang selama Perang Triple Alliance melawan Argentina, Brasil, dan Uruguay pada 1865-1870. Sebagian besar penduduk laki-laki tewas dalam insiden itu.
"Saya ingin mengatakan kepada para wanita, istri, dan ibu di Paraguay yang telah melakukan pengorbanan saat negara kalian dikalahkan dan hancur karena perang. Kalian ialah penjaga kenangan yang membangun kembali kehidupan, iman, dan martabat bangsa Anda," ucapnya.
Sementara itu, saat berada di rumah sakit anak-anak di Asuncion, Paus mengatakan, "Kita perlu belajar dari kemampuan Anda untuk melawan penyakit, dari kekuatan dan dari daya tahan Anda yang luar biasa."
Ia juga sempat melakukan kunjungan kejutan ke klinik yang menangani pasien dengan penyakit sakit parah.
Paus dijadwalkan kembali ke Vatikan pada kemarin, atau hari ini waktu Indonesia bagian barat. Ia dijadwalkan kembali ke Amerika Latin pada September mendatang untuk melakukan perjalanan ke Kuba sebelum akhirnya ke Amerika Serikat. (AFP/Fox/I-2)