Panglima Pastikan Personel TNI belum Masuk ke Filipina

Astri Novaria
30/6/2016 21:59
Panglima Pastikan Personel TNI belum Masuk ke Filipina
(ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

PANGLIMA TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa personel militer Indonesia belum diizinkan memasuki wilayah Filipina baik untuk mengamankan lokasi maupun membantu proses pembebasan sandera anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) yang ditahan oleh kelompok Abu Sayyaf.

"Saya pastikan TNI tidak masuk ke sana. Kalau TNI masuk ke sana itu artinya menyalahi undang-undang. Mengamankan lokasi pun belum diizinkan, semuanya berdasarkan aturan, kan ada hitam di atas putihnya, itu belum ada," ujar Gatot di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (30/6).

Ia mengatakan TNI baru bisa masuk jika sudah ada kesepakatan antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Filipina. Gatot menuturkan, pemerintah Indonesia dan Filipina belum menandatangani perundingan operasi militer bersama di wilayah perbatasan tersebut. Sebab itu, TNI tidak bisa sembarangan masuk ke wilayah Filipina.

"Jangankan bebaskan sandera, TNI bawa kapal masuk saja itu tidak bisa karena aturan negara seperti itu. Kalau dengar katanya... katanya... katanya... kan, enggak mungkin katanya. Kami masih pengamatan terus dengan berbagai pihak dari Filipina," tandasnya.

Pihaknya berharap alur perdagangan di perairan Filipina-Indonesia bisa aman dari peristiwa perompakan yang belakangan terjadi.

"Kita harapkan pengamanan dari jalur ekonomi aman. Yakin aman itu ada dua, yaitu pemerintah Filipina yang menjamin aman atau kita diizinkan untuk masuk mengawal kapal-kapal kita supaya dia takut," pungkasnya. (Nov/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya