Belasan Orang Ditangkap Terkait Bom di Turki

Haufan Hasyim Salengke
01/7/2016 03:50
Belasan Orang Ditangkap Terkait Bom di Turki
(Ismail Coskun, IHA via AP)

POLISI Turki, Kamis (30/6), melancarkan serangkaian razia atau penggerebekan ke beberapa lokasi tempat persembunyian kelompok militan Islamic State (IS) di Istanbul dan kota pesisir Izmir. Operasi dilakukan tak lama setelah insiden serangan bom dan penembakan di Bandara Ataturk yang pelakunya dituduhkan pada kelompok radikal yang berbasis di Suriah dan Irak itu. Kantor berita pemerintah Anadolu Agency mengatakan polisi menggerebek 16 alamat di Distrik Pendik dan Sultanbeyli di Istanbul di wilayah sisi Asia, dan Distrik Basaksehir di bagian Eropa.

Setidaknya 13 tersangka, tiga di antaranya dilaporkan warga negara asing, ditangkap selama operasi. Di kota pesisir Aegean dari Izmir, polisi kontraterorsime menahan sedikitnya sembilan tersangka. Sementara itu, pasukan keamanan Turki menembak mati dua tersangka teroris IS di wilayah perbatasan dengan Suriah, ketika mereka mencoba untuk secara ilegal menyeberang ke Turki dan mengabaikan peringatan untuk berhenti. Menurut sejumlah sumber keamanan, para tersangka ialah warga Suriah yang memiliki kontak dengan pendukung IS, Abu Ali dan Mustafa Demir.

Salah satu tersangka diidentifikasi sebagai Muhammad Arab, yang masuk daftar perburuan Turki dan tercantum dalam laporan intelijen sebagai tersangka potensial yang bisa melakukan serangan bunuh diri di ibu kota Ankara dan Provinsi Adana di selatan. Turki memperkuat langkah-langkah keamanan di seluruh penjuru negeri setelah serangan penembakan mematikan dan tiga serangan bunuh diri di Bandara Ataturk di Istanbul, Selasa (28/6) malam waktu setempat.

Negara yang wilayahnya terbagi di benua Asia dan Eropa itu menetapkan hari berkabung nasional, Rabu (29/6), dengan mengibarkan bendera setengah tiang sebagai tanda penghormatan bagi para korban dan aksi simpati untuk keluarga mereka. Sejauh ini, belum ada kelompok yang menklaim bertanggung jawab atas insiden yang menewaskan 42 orang dan melukai 239 lainnya itu. Korban tewas yang diidentifikasi sejauh ini ialah 23 warga Turki, 6 warga Arab Saudi, 2 warga Irak, 1 warga Iran, 1 warga Tiongkok, 1 warga Yordania, 1 warga Tunisia, 1 orang warga Uzbekistan, dan 1 warga Ukraina.

Tuduh IS
Namun, Perdana Menteri (PM) Binali Yildirim mengatakan sejumlah petunjuk mengarah kepada IS. "Serangan ini, menargetkan warga sipil, merupakan sebuah tindakan keji, aksi terorisme yang terencana," kata Yildirim. "Temuan pasukan keamanan kami mengarah pada organisasi Daesh sebagai pelaku serangan teror ini," tegasnya, menggunakan singkatan bahasa Arab untuk IS. Soner Cagaptay, Direktur Program Penelitian Turki di Institut Washington untuk Kebijakan Timur Dekat, mengatakan, jika IS memang di balik serangan, itu merupakan sebuah deklarasi perang.

"Serangan ini berbeda: ruang lingkup, dampak, dan kematian puluhan orang di jantung ibu kota ekonomi negara." Analis dan pejabat kontraterorisme AS, termasuk Direktur CIA John Brennan, juga mengatakan pola pilihan target dan metode serangan menunjukkan ciri khas IS, yang awal tahun ini juga menyerang bandara dan metro di Brussels. IS juga berada di balik serangan di Paris, Prancis. (AFP/AP/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya