Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN terpilih Filipina Rodrigo Duterte resmi dilantik secara sederhana dan tanpa kemeriahan sebagai presiden ke-16 Filipina di Istana Malacanan, Manila, Filipina, Kamis (30/6). Saat pelantikan, pria 71 tahun itu didampingi sang ibu, Soledad atau Nanay Soleng, istrinya, Honeylet Avancena, dan anak-anaknya, Sara, Paolo, Veronica, dan Sebastian. Tampak Veronica memegang alkitab saat Duterte memberi sumpah kepada hakim agung Bienvenido Reyes, Kamis (30/6) siang.
Pelantikan hanya dihadiri beberapa orang, termasuk presiden yang masa jabatannya telah habis, Benigno Aquino.
Duterte terpilih sebagai Presiden Filipina setelah berhasil menying-kirkan tiga calon presiden lain dengan suara 38% dalam pemilu Mei lalu. Selama beberapa bulan terakhir, Duterte dianggap kontroversial, terutama dikaitan dengan rencana untuk memberlakukan kembali hukuman mati bagi pelaku kriminal. "Jika Anda merusak negara saya, saya akan membunuh Anda," katanya dalam pidato, pekan lalu. Selama satu periode menjabat presiden pria yang disapa 'Digong' itu memiliki masa jabatan enam tahun.
Mantan Wali Kota Davao itu bersumpah memberantas para penjahat di Filipina dan menjadi kebijakannya dalam enam bulan pertama pemerintahannya. Meski Duterte belum resmi menjabat presiden, tak lama setelah kemenangan Duterte, polisi pun menggelar operasi penggerebakan narkoba di bawah nama Duterte. Pelaku kriminal ditembak mati di lokasi dengan cara yang misterius. "Saya tahu ada orang yang tidak setuju dengan metode saya dalam melawan kejahatan. Untuk menanggapi itu, saya akan mengatakan saya telah melihat bagaimana korupsi mencederai keuangan pemerintah. Saya melihat bagaimana obat-obat ilegal merusak individu dan merusak hubungan keluarga," papar Duterte.
Secara terpisah, Wakil Presiden Leni Robredo dilantik lebih awal dalam upacara berbeda di Gedung Resepsi Kota Quezon, Metropolitan Manila, wilayah selatan Filipina. Robredo merupakan mantan pengacara hak asasi manusia yang datang dari partai lawan Duterte. Sejak pemilu 9 Mei lalu hingga sekarang, Robredo belum bertatap muka dengan Duterte.
Setelah bertahun-tahun dikuasai klan politik kaya raya, kali ini Filipina memiliki presiden yang berbeda. Duterte datang dari masyarakat kelas menengah. Ia membangun reputasi melalui kampanye dengan pidato kasar, lelucon seks, dan kutukan kepada Paus Fransiskus dan PBB. Duterte bahkan menuding seorang jurnalis telah berlaku bias dikaitkan dengan kondisi kesehatannya. Dalam pelantikan itu, pers dilarang meliput. "Hubungan Duterte dan media merupakan refleksi dari filosofi pers arus utama yang tak terdamaikan di Filipina," kata Richard Heydarian, analis politik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved