MANTAN Menteri Luar Negeri (Menlu) Arab Saudi, Saud al-Faisal, meninggal, Kamis (9/7), pada usia 75 tahun di Amerika Serikat (AS).
Pangeran Saud tutup usia berselang dua bulan saja setelah dia melepas posisi Menlu Arab Saudi yang dijabatnya selama 40 tahun.
Dia menjabat Menlu Arab Saudi sejak 1975 hingga 2015.
Karena itu, dia menjadi menlu dengan masa jabatan paling lama di dunia.
Pada 29 April 2015, Pangeran Saud digantikan Adel al-Jubeir yang sebelumnya merupakan Duta Besar Arab Saudi untuk AS.
Pangeran Saud bertugas di bawah kepimpinan empat Raja Arab Saudi.
Ia mengelola kebijakan luar negeri dan bekerja keras setelah serangan 11 September 2001 di AS.
Begitu tidak lagi menjabat Menlu, pria kelahiran 2 Januari 1940 itu tetap memiliki posisi penting di lingkaran kebijakan luar negeri Arab Saudi.
Dia menjadi penasihat resmi Raja Salman dan turut hadir dalam pertemuan dengan para kepala negara asing.
"Beliau ialah simbol kejujuran dan kerja keras," kata Mahkamah Kerajaan.
Saat mendengar kabar duka tersebut, Presiden AS Barack Obama pun mengucapkan belasungkawa.
"Sebagai menlu yang paling lama menjabat di dunia, Pangeran Saud telah menjadi saksi beberapa periode genting di Timur Tengah. Pada setiap periode, dia mampu mewujudkan perdamaian, termasuk perundingan damai mengakhiri perang saudara Libanon dan membantu meluncurkan Inisiatif Perdamaian Arab," ujar Obama dalam pernyataannya.
Pangeran Saud tercatat telah melalui berbagai konflik di Timur Tengah selama menjabat menlu, di antaranya serangan Israel ke Libanon pada 1978, 1982, dan 2006, intifada di Palestina 1987 dan 2000, invasi Irak ke Iran pada 1980 dan ke Kuwait pada 1990, serta invasi AS ke Irak pada 2003.
Pangeran Saud dianggap memegang posisi berpengaruh dalam kebijakan luar negeri Arab Saudi dan merupakan sosok penting dalam membangun hubungan Barat dan dunia Arab.
"Saud bukan hanya menteri luar negeri terlama, melainkan juga salah satu yang paling bijaksana," puji Menteri Luar Negeri AS, John Kerry.