PM Tsipras Janji Reformasi Kredibel

MI/Haufan hasyim Salengke
10/7/2015 00:00
PM Tsipras Janji Reformasi Kredibel
(AFP)
PEMERINTAH Yunani berjanji menyodorkan proposal reformasi ekonomi yang kredibel untuk meyakinkan memenuhi persyaratan yang ditetapkan Uni Eropa dan zona euro agar bisa mendapatkan dana talangan (bailout) guna menyelamatkan negara dari krisis. "Yunani akan mengajukan proposal konkret baru dan reformasi yang kredibel untuk solusi yang adil dan layak," ungkap Perdana Menteri (PM) Yunani Alexis Tsipras kepada anggota parlemen Eropa di Strasbourg, Prancis, Rabu (8/7) waktu setempat.

Tsipras mengatakan sejumlah proposal akan segera diserahkan kepada para kreditur pada Kamis (9/7) atau tiga hari jelang batas akhir yang ditetapkan pada Minggu (12/7). Selanjutnya, proposal reformasi itu akan dibahas kembali oleh para pemimpin zona euro untuk memutuskan apakah Athena layak mendapatkan suntikan dana atau tidak.

Yunani sangat membutuhkan dana talangan ketiga untuk menghindar dari kebangkrutan dan kemungkinan tersingkir dari mata uang euro. Dalam pidatonya, Tsipras menyatakan Yunani akan mulai menggulirkan reformasi pensiun dan pajak pada pekan depan seperti yang dituntut para kreditur sebagai imbalan atas bailout yang siap digelontorkan.

"Pemerintah Yunani besok akan mengajukan proposal konkret baru dan reformasi yang kredibel untuk solusi yang adil dan layak," tegas Tsipras kepada anggota parlemen Eropa. Politikus Partai Syriza itu bertekad untuk memperbaiki pemerintahan buruk yang telah berjalan bertahun-tahun. Tsipras juga berjanji akan berjuang menghapus kesenjangan yang meningkat akibat imbas dari program penghematan yang 'dipaksakan' oleh kreditur dalam lima tahun terakhir.

"Tujuan utama kami ialah memerangi pengangguran dan mendorong kewirausahaan," papar Tsipras. Dia kembali menegaskan mengenai komitmen Yunani untuk tetap bersatu di dalam zona euro.

Proposal dibahas
Sementara itu, Presiden Dewan Eropa Donald Tusk mengatakan, proposal reformasi baru Athena akan dibahas di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) darurat yang diikuti 28 negara anggota Uni Eropa dan 19 negara zona euro. Tusk memperingatkan bahwa krisis Yunani merupakan saat paling kritis dalam sejarah zona euro. "Batas waktu akhir akan berakhir pada pekan ini," katanya setelah pembicaraan darurat dengan para pemimpin zona euro di Brussels, Belgia, Selasa (7/7).

Secara terpisah, Kementerian Ekonomi, Infrastruktur, Kelautan, dan Pariwisata Yunani meyakinkan warga Yunani dan para wisatawan untuk tidak panik dan khawatir. Kementerian mengklaim bahwa krisis tidak sampai mengganggu persediaan makanan di pasar-pasar dan harga barang-barang tetap stabil. Pemerintah Yunani telah memperpanjang operasional bank dan menetapkan batas penarikan uang per hari hingga Senin (13/7) hanya sebesar 60 (US$66). "Libur bank diperpanjang sampai dengan 13 Juli," jelas pihak Kementerian Keuangan dalam sebuah pernyataan, Rabu (8/7).



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya