Indonesia Perkuat Upaya Diplomasi untuk Bebaskan Sandera

Rudy Polycarpus
29/6/2016 22:49
Indonesia Perkuat Upaya Diplomasi untuk Bebaskan Sandera
(MI/Panca Syurkani)

SELAIN pedekatan militer, Indonesia menggunakan jalur diplomasi dengan pemerintah Filipina untuk membebaskan tujuh anak buah kapal (ABK) Tug Boat (TB) Charles 001 yang disandera kelompok militan Abu Sayyaf.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan akan terbang ke Filipina untuk menemui Menlu negara tersebut.

"Komunikasi yang intensif antara saya dengan Menlu (yang baru) sangat membantu dalam upaya pelepasan sandera," kata Retno seusai menemui Presiden Joko Widodo di Kompeks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (29/6).

Pertemuan dengan Menlu Filipina akan dilakukan pada 1 Juli mendatang, atau hanya satu hari setelah Presiden dan kabinet baru Filipina dilantik pada 30 Juni.

Retno optimistis Pemerintah Filipina yang baru akan tetap bisa diajak bekerja sama dalam upaya pembebasan sandera ini.

Pada Kamis (30/6) besok, Rodrigo Duterte akan dilantik sebagai Presiden Filipina yang baru, menggantikan Benigno Aquino. Duterte juga diperkirakan akan mengumumkan langsung jajaran kabinetnya. Retno optimistis transisi pemerintahan di Filipina tidak memengaruhi upaya pembebasan sandera. (Pol/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya