Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
TIGA serangan bom dan penembakan di Bandar Udara Ataturk di Istanbul, Turki, menewaskan setidaknya 41 orang, termasuk sedikitnya 13 warga asing, dan melukai lebih dari 230 lainnya. Ankara meyakini pelaku aksi teror mematikan di Turki itu ialah kelompok radikal Islamic State (IS).
"Menurut informasi terbaru, 36 orang telah tewas dalam aksi serangan tersebut," kata Perdana Menteri (PM) Binali Yildirim kepada wartawan di lokasi kejadian, seperti dilansir Aljazeera.
Pihak berwenang Turki menjelaskan, para penyerang bersenjatakan senapan serbu AK-47 mulai memberondong peluru di pintu masuk terminal internasional sebelum meledakkan diri pada sekitar pukul 10:00 waktu setempat (02.00 WIB) Selasa (28/6).
Tiga penyerang datang beraksi dengan menggunakan sebuah taksi. Mereka meledakkan diri di ruang kedatangan Bandara Ataturk, yang merupakan tersibuk ketiga di Eropa, setelah terlibat baku tembak dengan personel kepolisian.
Yildrim mengatakan sejumlah petunjuk awal mengarahkan pada kelompok militan IS sebagai pelakunya, meski sejauh ini belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab. Beberapa serangan bom sebelumnya di Turki telah dihubungkan ke IS atau kelompok separtis Kurdi.
"Temuan dari pasukan keamanan kami menunjuk pada organisasi Daesh (IS) sebagai pelaku serangan teror ini," ujarnya.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengutuk serangan itu dan menyerukan 'perang bersama' melawan teror pascaserangan itu.
"Jika negara-negara, umat manusia, gagal bersatu untuk berjuang bersama-sama dan mengobarkan perjuangan melawan organisasi teroris, semua kemungkinan yang kita takutkan dalam pikiran kita akan menjelma nyata satu per satu," kata Erdogan dalam sebuah pernyataan.
Para pemimpin dari seluruh dunia menyatakan mengutuk, merasakan kesedihan, dan mengekpresikan kemarahan terhadap salah satu serangan teror paling mematikan yang melanda Turki.
Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengutuk pelaku bom bunuh diri, dan menggambarkan serangan itu sebagai 'tindakan keji', dan menyerukan negara-negara muslim untuk bersatu dalam memerangi teror.
Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier dan Perdana Menteri Inggris David Cameron terkejut dengan serangan itu, dan negara mereka mendukung Turki. Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Marc Ayrault, menyatakan konsulat Prancis di Istanbul siap untuk bekerja dengan Ankara.
Belgia, yang belum lama dilanda serangan teror, juga mengutuk serangan mematikan itu dan berempati kepada para korban. Kementerian Luar Negeri Yunani juga menyampaikan dukungan untuk Turki. (AFP/Hym/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved