Inggris Diminta Cepat Keluar Dari Uni Eropa

28/6/2016 21:18
Inggris Diminta Cepat Keluar Dari Uni Eropa
(AFP PHOTO / THIERRY CHARLIER)

SEJUMLAH pemimpin Eropa meminta Inggris bertindak cepat demi membatasi kekacauan politik dan ekonomi dunia akibat hasil penentuan pendapat rakyat Brexit. Meski sejumlah pasar keuangan sudah menunjukkan tanda perbaikan, perdagangan masih bergejolak.

Di Inggris, sudah tiga lembaga pemeringkat kredit menurunkan nilai utang negara tersebut. Di sisi lain, sejumlah perusahaan menyatakan menghentikan sementara pembukaan lapangan kerja dan bahkan berpeluang melakukan pemecatan besar-besaran.

Kini, pemimpin Eropa khawatir akan dampak buruk kekacauan ekonomi di Inggris di negara mereka, terutama oleh ketidakpastian mengenai kapan Inggris keluar dari Uni Eropa.

Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker berjanji meminta Perdana Menteri Inggris David Cameron "menjelaskan secepat mungkin" sikap negaranya. "Kami tidak bisa menanggung ketidak-pastian ini terus-menerus," kata Juncker saat berpidato di depan Parlemen Eropa.

Cameron sendiri sudah menyatakan akan mundur dan menyerahkan semua proses perundingan syarat-syarat keluarnya Inggris dari Uni Eropa kepada penerusnya. Partai Konservatif, tempat Cameron berasal, akan memilih pemimpin baru pada September.

Cameron tiba di Brussel dan langsung bertemu dengan Juncker tanpa memberi keterangan kepada media. Dia juga akan bertemu dengan pemimpin negara-negara Eropa lain sebelum menyampaikan pidato resmi dalam acara makan malam.

Anggota Parlemen Eropa ingin agar Cameron menyampaikan secara resmi mundurnya Inggris dari Uni Eropa dalam acara makan malam tersebut. Namun pejabat lain menyatakan hal tersebut tidak mungkin mengingat kekacauan politik di London di mana Partai Konserfatif dan Partai Buruh sama-sama terpecah.

Partai Konservatif kini terbelah menjadi kelompok pro dan anti-Uni Eropa. Sementara pemimpin Partai Buruh harus menghadapi mosi tidak percaya dari anggotanya sendiri karena dituding tidak sepenuhnya mendukung kampanye dukungan untuk Uni Eropa. (Ant/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya