Presiden Duterte akan Buka Dialog dengan Abu Sayyaf

Yanurisa Ananta
26/6/2016 17:43
Presiden Duterte akan Buka Dialog dengan Abu Sayyaf
(AFP)

PRESIDEN terpilih Filipina, Rodrigo Duterte, mengatakan bakal membuka dialog perdamaian dengan kelompok militan Abu Sayyaf. Hal itu dilakukan mengingat semakin banyak korban sandera dan tidak jarang berujung pemenggalan kepala korban. Baru-baru ini, Abu Sayyaf memenggal kepala dua sandera warga negara asing dan menyandera lebih dari tujuh lainnya.

“Abu Sayyaf bukan musuh saya. Saya tahu ini berhubungan dengan isu Mindanao,” kata Duterte kepada para pendukungnya di pusat Kota Cebu, Sabtu (25/6) kemarin.

Duterte sendiri berasal dari Mindanao, wilayah tempat kelompok separatis Muslim berasal. Abu Sayyaf diduga merupakan jaringan kelompok militan Islam pada 1990-an di Filipina yang berhubungan dengan Al-Qaeda. Kelompok ini didanai oleh Osama bin Laden yang menerima jutaan dolar hasil tebusan sandera.

Meski pimpinan kelompok Abu Sayyaf mengatakan kelompok ini berkaitan dengan Islamic State (IS), tetapi analis berpendapat Abu Sayyaf hanya fokus pada penyanderaan yang menguntungkan.

"Maka dari itu saya ingin bertanya kepada mereka, apakah mereka mau berdialog atau terus melawan?” kata Duterte yang menjabat sebagai Presiden mulai 30 Juni 2016.

Pekan lalu tujuh pelaut Indonesia kembali menjadi korban sandera Abu Sayyaf. Militer Filipina meyakini ketujuh pria tersebut disergap di pulau kecil di Sulu, Selatan Filipina. Filipina, Malaysia dan Indonesia sepakat untuk menggelar patroli udara dan laut di jalur transit. (AFP/Aya/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya