PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Barack Obama menyatakan koalisi militer pimpinan AS mengintensifkan serangan terhadap kelompok ekstremis Islamic State (IS) di Suriah. Ia menyebut lepasnya kendali kelompok pimpinan Abu Bakar al-Baghdadi atas beberapa wilayah menunjukkan IS bakal dikalahkan meski pertempuran masih bakal berlangsung lama.
"Kami mengintensifkan serangan terhadap basis ISIL di Suriah. Serangan udara akan terus menargetkan fasilitas minyak dan gas yang mendanai operasional mereka," kata Obama kepada wartawan, menggunakan singkatan umum untuk kelompok IS. Obama menambahkan, "Kita akan memburu kepemimpinan ISIL dan infrastruktur di Suriah, jantung ISIL yang memompa dana dan propaganda ke seluruh dunia."
Pasukan koalisi yang dikomandoi Washington telah meningkatkan serangan di Irak dan Suriah, dengan mengintensifkan pengeboman dalam skala besar sejak kampanye dimulai pada September tahun lalu. Setidaknya ada 19 serangan udara yang dilancarkan dalam kurun 24 jam terakhir. Serangan-serangan udara telah dilancarkan di 11 lokasi di Irak, di antaranya kota minyak Beiji, Fallujah, Haditha, Kirkuk, Makh-mur, Ramadi, dan Sinjar. Pasukan koalisi juga menargetkan delapan posisi IS di Suriah, yaitu di dekat Hasakah, Raqqa, Kobane, dan Aleppo.
Obama, yang berbicara di Pentagon, menegaskan ia bertekad menghancurkan kelompok yang bersalin nama dari Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) itu. Politikus Partai Demokrat itu juga mengklaim bahwa kekuatan atau pemain-pemain di kawasan Timur Tengah bersatu melawan IS. Secara terpisah, tentara Kurdi atau Peshmerga, yang membantu perjuangan melawan IS di lapangan, mengatakan mereka telah berhasil membunuh tidak kurang dari 40 pejuang IS di wilayah yang tidak jauh dari Kota Kirkuk, Irak bagian utara.
Para tentara Kurdi mengklaim telah menghentikan laju IS yang berupaya menyerang posisi-posisi mereka dan telah memasuki Kirkuk. Personel Peshmerga dilaporkan telah bercokol di bagian utara, timur, dan barat Mosul, kota terbesar kedua di Irak yang dikontrol IS. Menteri Pertahanan AS Ashton Carter telah mengapresiasi perjuangan Peshmerga dalam perang melawan kelompok garis keras IS.
"Baik jika kita meningkatkan serangan udara di Suriah. Saya pikir Anda bisa melihatnya dalam beberapa hari terakhir. Dan kesempatan untuk melakukan itu secara efektif terbukti dalam kurun beberapa hari terakhir dengan aksi yang efektif di lapangan oleh para pasukan Kurdi, yang membuka jalan bagi kita untuk menyokong mereka secara taktis," ujar Carter.