PM Najib Razak Kehilangan Dukungan

MI/ Andhika Prasetyo
08/7/2015 00:00
PM Najib Razak Kehilangan Dukungan
(AP)
PARTAI Islam Se-Malaysia (PAS) yang tergabung dalam koalisi Barisan Nasional bersama partai United Malays National Organisation (UMNO) menyangkal mendukung Perdana Menteri (PM) Najib Razak yang dituduh terlibat tuduhan menerima suap dari proyek 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Sekretaris Jenderal (Sekjen) PAS, Takiyuddin Hassan, mengatakan pernyataan sebelumnya yang datang dari pemimpin spiritiual PAS, Haron Din, telah disalahartikan. "Dia (Haron Din) tidak membela Najib. PAS tidak pernah membela Najib atas tuduhan yang diarahkan kepadanya," ujar Takiyuddin.

"Namun, sejauh ini semua itu baru tuduhan. Yang dia maksudkan ialah penyelidik-an harus dilakukan secara transparan dan dengan cara yang sehat," ujar Takiyuddin. Sebelumnya, Haron Din mengatakan tuduhan yang diarahkan kepada Najib sangat tidak logis karena rekening tersebut bisa jadi milik orang lain. Dia juga menambahkan, telah banyak laporan dan tuduhan kepada Najib terkait dengan 1MDB, tetapi setelah diselidiki ternyata laporan tersebut tidak benar.

Setelah pernyataan yang dianggap mendukung itu, Najib pun sempat mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Haron atas dukungan dan penolakan terhadap tuduhan yang diarahkan kepadanya.

Dinonaktifkan
Dalam menanggapi skandal yang melibatkan Najib, sejumlah anggota parlemen dan para pemimpin organisasi nonpemerintahan, kemarin, menggelar pertemuan mendadak di salah satu sudut gedung parlemen. Sebagian besar peserta pertemuan mendesak Najib agar segera nonaktif dari jabatannya sebagai perdana menteri selama penyelidikan berlangsung.

"Perdana menteri harus turun. Pemimpin oposisi harus menemuinya dan menyuruhnya melakukan hal tersebut," ujar aktivis hak asasi manusia, Ambiga Sreenevasan. Ambiga yang juga mantan aktivis gerakan Bersih 2.0 mengatakan mereka yang diberikan tanggung jawab untuk menyelidiki harus terlepas dari rasa takut ataupun ragu.

Kalangan aktivis dan oposisi telah berencana turun ke jalan untuk mendesak Najib dinonaktifkan dari jabatannya. Alasannya, dengan penonaktifan tersebut, penyelidikan terhadap Najib akan berjalan objektif dan transparan. "Kami akan turun ke jalan jika itu memang harus dilakukan," ujar seorang aktivis, Adam Ali.

Pemimpin opisisi Wan Azizah Wan Ismail yang juga istri mantan Wakil PM Anwar Ibrahim mengatakan pihaknya akan kembali menggelar pertemuan untuk mendiskusikan langkah yang harus dilakukan selanjutnya. Di sisi lain, tokoh besar dan mantan PM Malaysia Mahathir Mohammad mengatakan Najib telah mempermalukan bangsa dan negara Malaysia.

"Orang yang telah mempermalukan negara ini adalah Najib Razak dan proyek 1MDBnya. Sebelum ini, negara ini tidak pernah mengalami hal memalukan seperti ini," tulis Mahathir dalam blognya. Menyusul kasus yang dihadapi pemimpin negeri jiran tersebut, ringgit Malaysia anjlok hingga 0,8%. Penurunan tersebut merupakan yang terparah sejak 16 tahun terakhir. Saham Malaysia juga turun 1,3%, sejalan dengan pasar regional yang telah bergejolak dan ditambah dampak krisis utang Yunani.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya