Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SEPANJANG bulan suci Ramadan ini, PKPU bekerja sama dengan berbagai mitra telah dan akan terus mendistribusikan sebanyak 1.300 paket berupa makanan dan pakaian untuk pengungsi muslim di Rohingya Myanmar, dan di kamp-kamp pengungsian di Kota Sittwe, Provinsi Rakhine, Myanmar.
Konflik yang terjadi pada 2012 menyebabkan minoritas Rohingya harus tinggal di dalam kamp-kamp pengungsian. Sekitar 150.000 orang harus tinggal di dalam tenda-tenda dan gubuk kamp pengungsian dan tidak diperbolehkan untuk pergi ke kota atau daerah lain di luar kamp.
Akses yang sangat terbatas terhadap kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, air bersih, perumahan, listrik, dan pendidikan menyebabkan menurunnya kualitas hidup etnis minoritas tersebut. Akibatnya banyak dari etnis minoritas tersebut terpaksa lari ke negara-negara tetangga menggunakan perahu dan terdampar di pantai-pantai Malaysia, Thailand, dan Indonesia.
Dalam keterangannya, Kamis (23/6), staf bidang respon kemanusiaan luar negeri Disaster Risk Management (DRM) PKPU Deni Kurniawan, yang saat ini masih sedang berada di Myanmar, mengatakan bahwa tim yang berjumlah 2 orang itu akan berada di Myanmar selama 10 hari untuk mendistribusikan paket berupa makanan, pakaian, dan berbuka puasa kepada lebih dari 1.300 keluarga.
“Prioritas distribusi akan dilakukan di kamp-kamp pengungsian di Kota Sittwe, dan desa-desa sekitarnya. Setelah itu juga akan dilakukan distribusi kepada para pengungsi Rohingya di Kota Yangoon, untuk saat ini telah terdistribusi 800 paket makanan dan akan dilanjutkan terus hingga selesai, dan saat ini distribusi telah dilakukan di Desa That Kay Pyin, kamp pengungsian Bhaw Du Pa dan Bohar Para di luar Sittwe," ujarnya.
Etnis Rohingya selama ini menuntut adanya pengakuan dari pihak Pemerintah Myanmar akan keberadaan mereka sebagai penduduk resmi, dengan diberikannya kartu identitas. Namun, sampai saat ini pemerintah secara resmi belum mengakui keberadaannya, walaupun mereka telah tinggal di wilayah negeri itu sejak ratusan tahun silam. (RO/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved