Perekonomian Swiss Terdampak Brexit

(AFP/Hym/I-1)
25/6/2016 06:40
Perekonomian Swiss Terdampak Brexit
(Peter Schneider/Keystone via AP)

PRESIDEN Swiss Johann Schneider-Ammann, Jumat (24/6), memperingatkan putusan Inggris meninggalkan Uni Eropa (Brexit) akan berdampak negatif pada ekonomi Swiss di tengah penguatan mata uang negara itu. "Keputusan Inggris akan berkontribusi pada penguatan keraguan tentang perspektif ekonomi Eropa. Hal ini juga akan berdampak negatif terhadap perekonomian Swiss," kata Schneider-Ammann, yang juga menjabat menteri ekonomi.

Schneider-Ammann mengatakan 'pemerintah akan terus mengikuti secara seksama efek pada nilai tukar Swiss, franc'. Nilai mata uang franc, yang selama ini dianggap sebagai mata uang safe haven, mengalami lonjakan semalam sebagai dampak dari gelombang kejut Brexit. Hal itu mendorong bank sentral Swiss melakukan campur tangan dalam pasar valuta asing untuk menutupi lonjakan.

Pernyataan resmi dari SNB (Bank Nasional Swiss) yang dikutip Financial Times, kemarin, menyatakan, "Sehubungan dengan Inggris yang memilih untuk keluar dari Uni Eropa, franc Swiss akan tertekan menguat. Oleh karena itu, Bank Sentral Swiss (SNB) telah mengintervensi pasar forex untuk menstabilkan situasi dan akan terus aktif di pasar."

Nilai franc yang menguat memukul eksportir Swiss, yang terpaksa harus menekan biaya dan memotong harga untuk tetap kompetitif di pasar internasional. "Setelah keputusan warga Inggris yang memilih meninggalkan Uni Eropa, franc berada di bawah tekanan," kata bank sentral dalam sebuah pernyataan.

Mereka mengakui telah melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk menstabilkan situasi dan agar tetap aktif di pasar internasional. Seperti dilansir AFP, Brexit menyebabkan franc jatuh terhadap mata uang tunggal Eropa, diperdagangkan hanya 1,06 franc terhadap euro pada pukul 07.00 (12.00 WIB).

Tujuh jam sebelumnya, franc masih diperdagangkan di posisi 1,10 terhadap euro. Pekan lalu, pemimpin bank sentral Swiss Thomas Jordan, memperingatkan bahwa referendum dapat menyebabkan ketidakpastian dan meningkatkan turbulensi. Kala itu, ia juga bersumpah pihkanya akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan. Brexit juga telah membuat nilai tukar euro terhadap dolar AS turun 3,38% ke 1,10.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya