Brexit Diprediksi tidak Pengaruhi Kekuatan NATO

(AFP/Dio/I-3)
25/6/2016 06:30
Brexit Diprediksi tidak Pengaruhi Kekuatan NATO
(AFP PHOTO / PUNIT PARANJPE)

HENGKANGNYA Inggris dari keanggotaan Uni Eropa tidak akan memengaruhi kekuatan Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO. "Inggris akan tetap berperan dan berkomitmen melanjutkan aliansi ini," ujar Ketua NATO, Jens Stoltenberg, Jumat (24/6). NATO, kata Stoltenberg, juga akan menyediakan sebuah platform untuk melanjutkan kerja sama antara anggota Eropa di tengah tantangan keamanan saat ini.

"Saat ini kita menghadapi sutuasi keamanan yang tidak menentu. NATO lebih penting dari sekadar kerja sama antara sesama anggota negara Eropa, juga antara Eropa dan Amerika Utara," tegasnya. Dengan kata lain, maksud Stoltenberg, aliansi keamanan lebih penting daripada sekadar kerja sama ekonomi di kalangan masyarakat Eropa. Sejauh ini, dari 28 anggota Uni Eropa, baru 22 yang menjadi anggota NATO, termasuk Inggris yang baru saja hengkang dari UE.

Selama ini, banyak yang menakut-nakuti jika Inggris hengkang bakal memengaruhi kekuatan NATO. Apalagi, negeri Ratu Elizabeth itu memiliki peran sentral dalam aliansi pakta pertahanan ini karena mereka memiliki power, baik secara politik maupun militer. Inggris yang memiliki sejumlah persenjataan nuklir dan pasukan elite, menjadi salah satu kekuatan NATO di bidang militer.

Secara politik, mereka juga punya hak veto di Perserikatan Bangsa-Bangsa. Inilah yang menjadi basis kekuatan NATO dalam bidang luar negeri dan pertahanan. Sebelumnya, kepala pasukan Amerika Serikat di Eropa, Letnan Jenderal Frederick Hodges, menilai, jika Inggris hengkang dari UE, itu akan melemahkan kekuatan NATO.

Seperti dikutip The Telegraph, Hodges yang berbicara kepada BBC, Kamis lalu, menyatakan, "Apa yang terjadi sangat strategis bagi kami (NATO). UE dapat terpecah seandainya Inggris keluar. Padahal, kita butuh bersatu menghadapi ancaman agresi Rusia." Agresi Rusia yang menganeksasi Crimea, yang diklaim masuk wilayah Ukraina, tentu membuat khawatir AS dan sekutunya, termasuk NATO.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya