Brexit Pukul Ekonomi Swiss

Haufan Hasyim Salengke
24/6/2016 20:25
Brexit Pukul Ekonomi Swiss
(AP)

PRESIDEN Swiss Johann Schneider-Ammann memperingatkan putusan Inggris meninggalkan Uni Eropa (Brexit) akan berdampak negatif pada ekonomi Swiss di tengah penguatan mata uang negara itu.

"Keputusan Inggris akan berkontribusi pada memperkuat keraguan tentang perspektif ekonomi Eropa. Hal ini juga akan berdampak negatif terhadap perekonomian Swiss," kata Schneider-Ammann, yang juga menjabat sebagai menteri ekonomi, Jumat (24/6).

Schneider-Amman bersumpah bahwa pemerintah akan terus mengikuti secara seksama mengenai efek pada nilai tukar Swiss, franc. Nilai mata uang franc, lama dianggap sebagai mata uang safe haven, mengalami lonjakan semalam sebagai dampak dari gelombang kejut Brexit. Hal itu mendorong bank sentral Swiss untuk melakukan campur tangan dalam pasar valuta asing untuk menutupi lonjakan.

Nilai franc yang menguat memukul eksportir Swiss, yang terpaksa harus menekan biaya dan memotong harga untuk tetap kompetitif di pasar internasional. "Setelah keputusan warga Inggris yang memilih meninggalkan Uni Eropa, franc berada di bawah tekanan," kata bank sentral dalam sebuah pernyataan.

Pekan lalu pemimpin bank sentral Swiss Thomas Jordan, memperingatkan bahwa referendum 'dapat menyebabkan ketidakpastian dan meningkatkan turbulensi. Kal a itu ia juga bersumpah pihkanya akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan.

Schneidar-Ammann memperingatkan bahwa Bern dan London sekarang perlu untuk menemukan 'dasar baru' bagi hubungan mereka. Ia juga mengatakan Brexit telah mengorbankan semua negosiasi Swiss dengan Uni Eropa. (AFP/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya