Boris Johnson Potensial Gantikan Cameron

Haufan Hasyim Salengke
24/6/2016 19:08
Boris Johnson Potensial Gantikan Cameron
(AFP PHOTO / JUSTIN TALLIS)

KEMENENGAN kubu yang pro-Inggris keluar dari Uni Eropa atau Brexit (Britain Exit) dalam referendum memunculkan spekulasi mengenai siapa yang bakal menjadi perdana menteri Inggris menggantikan David Cameron.

Menurut hasil akhir referEndum yang dilansir BBC, kubu Brexit unggul tipis dengan 51,9% suara berbanding 48% untuk kalangan yang pro-Uni Eropa. Cameron, pemimpin Partai Konservatif, telah mengumumkan akan berhenti sebagai perdana menteri pada October menyusul kekalahan dalam referendum yang dihelat Kamis (23/6).

"Saya akan melakukan semua yang saya bisa sebagai perdana menteri untuk menstabilkan kapal selama beberapa minggu dan bulan ke depan. Tapi saya tidak berpikir itu akan tepat bagi saya untuk mencoba untuk menjadi kapten yang mengarahkan negara ke tujuan berikutnya," kata Cameron.

"Orang-orang Inggris telah memutuskan untuk meninggalkan Uni Eropa dan kemauan mereka harus dihormati," imbuh Camron, yang didera gelombang kejut Brexit yang telah memicu mata uang sterling, saham global, dan harga minyak jatuh.

Sejumlah media utama di Inggris Raya, memperkirakan mantan Wali Kota London Boris Johnson sebagai figur yang paling potensial menduduki kursi partai dan kepemimpinan Partai Konservatif yang ditinggalkan Cameron.

Selain Johnson, sejumlah nama elite lain dari Konservatif yang digadang-gadang menggantikan Cameron adalah anggota parlemen Michael Gove, Menteri Dalam Negeri Theresa May, Menteri Keuangan George Osborne, dan anggota parlemen Stephen Crabb.

Johnson bisa dibilang komandan utama kalangan Brexit, yang telah berjuang keras menggerakkan kampanye anti-Uni Eropa, teruma di kawasan London Utara tempat ia menetap.

"Terus terang, jika ini adalah akhir dari karir politik saya, saya telah menyelesaikan delapan tahun sebagai wali kota London, saya sangat menikmatinya, itu adalah hak istimewa yang besar, ujar dia awal pekan lalu. (AFP/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya