SEDIKITNYA 44 orang tewas dalam dua serangan bom yang mengguncang Kota Jos, wilayah tengah Nigeria. Serangan itu terjadi setelah serangkaian penyerangan yang dilakukan kelompok Boko Haram. "Kami menemukan 44 mayat dan 47 orang terluka di dua lokasi serangan," kata Mohammed Abdulsalam dari Badan Manajemen Darurat Nasional (NEMA) Nigeria, kemarin.
Pada awalnya, kepolisian Negara Bagian Plateau dengan ibu kotanya Jos melaporkan bahwa korban tewas akibat serangan bom sekitar 18 orang pada Minggu (5/7) malam waktu setempat di sebuah toko tidak jauh dari sebuah masjid. Serangan pertama terjadi di dekat sebuah masjid di ibu kota Negara Bagian Plateau. Umar Abubakar yang berada di Masjid Yantaya saat serangan itu terjadi mengatakan sejumlah orang melepaskan tembakan dari luar masjid.
"Mereka juga menembakan RPG (senjata pelontar granat) ke arah masjid, namun granat itu menghantam tiang besi gerbang masjid dan meledak. Meski begitu, banyak orang yang tewas dan terluka akibat serangan itu," ujar Umar. "Saya beruntung bisa selamat karena saya tidak bisa menjelaskan bagaimana saya bisa ke luar," imbuhnya.
Serangan kedua menargetkan restoran kenamaan Shagalinku yang berada di pusat perbelanjaan di Jalan Bauchi. Jalan itu sangat populer bagi pelancong. Warga setempat Mohammed Shafi'i yang merupakan langganan di restoran itu mengatakan seluruh kompleks pusat perbelanjaan itu terguncang akibat ledakan yang terjadi di restoran tersebut. Dia mengaku melihat setidaknya 25 jenazah termasuk empat pelayan restoran itu.
Namun, pertentangan agama yang terjadi di Jos menyebabkan kota tersebut kerap menjadi sasaran serangan oleh kelompok militan. Negara Bagian Plateau terbagi menjadi wilayah utara yang dihuni penganut nasrani dan wilayah selatan yang sebagian besar penduduknya muslim. Kekerasan yang berlatar agama itu telah berlangsung satu dekade dan menewaskan ribuan orang.
Kelompok pemberontak Boko Haram gencar menyerang di wilayah utara Nigeria sejak pelantikan Muhammadu Buhari sebagai presiden pada 29 Mei lalu. Mereka kerap melakukan serangan, peledakan, dan aksi bom bunuh diri. Serangan pekan lalu telah merenggut jiwa lebih dari 500 orang. Pada Minggu (5/7), aksi bom bunuh diri terjadi di sebuah gereja di Kota Potiskum, Negara Bagian Yobe, yang menewaskan lima jemaat. Pekan sebelumnya, kelompok Boko Haram menyerang sejumlah desa sekitar wilayah Lake Chad. Mereka membunuh lebih dari 150 jemaah yang tengah beribadah di sejumlah masjid.