Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
MASYARAKAT Yunani, dalam referendum, dengan tegas menolak dana talangan internasional yang ditawarkan pihak kreditur, International Monetary Fund (IMF) dan European Central Bank.
"Masyarakat Yunani telah memilih untuk solidaritas dan demokrasi Eropa," tegas Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras, kemarin.
Penolakan 61,3% penduduk Yunani tersebut membuat Eropa dihadapkan pada dua pilihan yang membingungkan, yakni melakukan pembicaraan terbaru dengan Yunani atau mendepaknya keluar dari zona euro.
Para petinggi Eropa meng-anggap apa yang dilakukan Tsipras dengan mengadakan referendum ialah sebuah pengkhianatan. "Tsipras telah meruntuhkan jembatan antara Yunani dan Eropa," ujar Menteri Keuangan Jerman Sigmar Gabriel, kemarin.
Hasil referendum dan sikap Eropa terhadap krisis Yunani menimbulkan sentimen negatif bagi pasar keuangan global. Pada penutupan bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng melemah 827,83 poin (3,18%) ke level 25.236,28, indeks Nikkei turun 427,67 poin (2,08%) ke level 20.112,12, dan indeks Straits Times melemah 12,49 poin (0,37%) ke posisi 3.329,25.
Namun, di lantai bursa Indonesia, sentimen negatif dari hasil referendum Yunani itu hanya mengoreksi 66,16 poin (1,33%) ke level 4.916,74 pada penutupan perdagangan Senin (6/7).
Data bursa itu meyakinkan pernyataan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro bahwa krisis Yunani tidak terlalu berpengaruh bagi Indonesia dan hanya bersifat temporer.
"Gejolak hanya di pasar, mata uang, saham, dan Surat Utang Negara (SUN)," ujar Menkeu di Jakarta, kemarin.
Pendapat yang sama juga dikemukakan Kepala Ekonom BCA David Sumual. Ia mengatakan krisis Yunani itu masih persoalan lokal yang dampak besarnya ada di Eropa selatan ke negara perekonomian kuat di Eropa utara. "Kalau di pasar Indonesia hanya sentimen," ujarnya.
Kendati krisis itu tidak terlalu berdampak, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mewaspadai dampak penguatan nilai tukar dolar AS menyusul pilihan investor untuk menginvestasikan dana-nya pada pasar yang relatif stabil (flight to quality).
"Kita utamakan menjaga stabilitas ekonomi makro kita. Selain itu, perlu kita upayakan untuk menstabilkan rupiah dan memberikan komunikasi bahwa perkembangan Yunani adalah sesuatu yang sudah kita antisipasi. Kita tidak perlu khawatir berlebihan dan kita bisa lewati ini dengan baik," ujarnya.
Daya beli
Meski krisis di Yunani tidak terlalu berdampak, Indonesia tetap harus mewaspadai perlambatan ekonomi nasional. Pelaku usaha justru berharap pemerintah bisa memulihkan kembali daya beli masyarakat yang cenderung turun.
"Memang krisis Yunani jauh dari Indonesia, tapi justru pekerjaan rumah yang harus dibereskan segera, bagaimana daya beli masyarakat bisa dipacu kembali," ujar Direktur Pemasaran Senior PT Suzuki Indomobil Sales Endro Nugro-ho kepada Media Indonesia di Jakarta, kemarin.
Pelaku usaha, menurutnya, menunggu langkah taktis pemerintah untuk mengendalikan inflasi dan memperbesar serapan anggaran pembangunan. "Kedua faktor itu akan meningkatkan kembali daya beli masyarakat," ujarnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved