Festival Yulin,Diburu dan Dikritik

(AFP/Yanurisa Ananta/I-2)
23/6/2016 01:00
Festival Yulin,Diburu dan Dikritik
(CHINA OUT AFP PHOTO)

RASANYA wajar jika para penyayang binatang, khususnya anjing, geram atas Festival Leci dan Daging Anjing (The Lychee and Dog Meat) yang kembali digelar di Yulin, Tiongkok, tahun ini. Ribuan orang berkumpul di kota di Tiongkok selatan itu untuk mencicipi daging anjing yang disajikan di atas piring panas bersama dengan buah leci, lengkap dengan minuman khas lokal.

Sekitar 10 ribu anjing dan kucing diburu dan dibunuh selama gelaran 10 hari itu. Anjing-anjing itu ditangkap kira-kira 1.609 kilometer dari Yulin. Sejumlah aktivis dengan jelas menyebut tindakan itu kejam. Baik warga maupun penjual keliling mengaku hewan-hewan itu dibunuh dengan cara yang manusiawi. Namun, kritikus mengatakan hewan tersebut dibunuh dengan brutal di hadapan publik.

Bahkan, beberapa di antaranya dipukul atau dimasak hidup-hidup. Kelompok kampanye Stop Yulin Forever mengatakan anjing-anjing itu ditempatkan di kandang sempit. Beberapa foto menampilkan hewan-hewan itu menggunakan kalung di leher, yang mengindikasikan bahwa itu hewan curian. Banyak anjing diangkut dari luar kota menggunakan truk sempit dan kondisi yang tidak sehat sehingga penyakit dengan mudah menyebar. Akibatnya, anjing menolak makanan dan air selama perjalanan berhari-hari.

Kelompok aktivis Humane Society International (HSI) berhasil membebaskan 20 anjing dari rumah jagal sehari sebelum festival digelar. "Sangat mengagetkan untuk berpikir bahwa kita belum berada di sana. Semua hewan ini akan dipukul hingga mati dan dimakan," kata Peter Li, spesialis kebijakan HSI di Tiongkok, seperti dikutip BBC. Kritik juga menjamur di media sosial Tiongkok, Weibo.

"Anjing saya hampir berusia 10 tahun dan dia sudah seperti keluarga," kata salah seorang pengguna. Namun, pengguna lain menilai menolak memakan daging anjing merupakan sikap munafik.

Festival baru
Tradisi memakan daging anjing telah berlangsung sejak 500 tahun lalu di Tiongkok, Korea Selatan, dan beberapa negara lain. Mereka menyakini daging anjing mampu mengurangi rasa panas di musim panas. Namun, festival makan daging anjing dan kucing di Yulin tergolong baru karena digelar beberapa tahun terakhir. Jajak pendapat yang dipublikasi pekan ini oleh Xinhua menunjukkan 64% warga berusia 16-50 tahun mendukung penutupan festival ini secara permanen.

Sebanyak 51,7% termasuk warga Yulin menginginkan perdagangan daging anjing dilarang sepenuhnya dan 69,5% mengklaim belum pernah makan daging anjing.

"Sangat memalukan bahwa dunia sangat yakin bahwa festival Yulin yang brutal dan kejam itu adalah bagian dari kebudayaan Tiongkok. Itu bukan kebudayaan Tiongkok," kata Qin Xiaona, direktur organisasi bantuan Capital Animal Welfare Association. Tahun ini, aktivis telah mengumpulkan 11 juta tanda tangan pada petisi pelarangan festival di Yulin.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya