Jepang dan Sekutunya Kecam Aksi Korut

Indah Hoesin
23/6/2016 00:50
Jepang dan Sekutunya Kecam Aksi Korut
(AP Photo/Lee Jin-man)

KENDATI mendapat kecaman internasional, Korea Utara (Korut) bergeming. Negara seteru, Korea Selatan (Korsel), kembali melakukan uji coba dua rudal jarak menengah 'Musudan' dari wilayah pantai timur. Uji coba rudal tersebut merupakan keempat kalinya. Terkait uji coba rudal negara tetangganya, Kementerian Pertahanan Korsel mengatakan uji coba peluncuran rudal dilakukan pukul 06.00 waktu setempat.

Namun, peluncuran pertama mengalami kegagalan. Pada uji coba peluncuran rudal kedua, Korut sukses. Rudal kedua terdeteksi dua jam kemudian dan melesat sejauh 400 kilometer ke wilayah perairan Jepang. Kedua rudal dipercaya merupakan tipe 'Musudan' jarak menengah yang jangkauannya bisa mencapai pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Guam yang berada di barat Samudra Pasifik.

Jangkauan jarak pendek rudal itu akan mencapai seluruh Korsel dan Jepang. Rudal Musudan yang memiliki jarak jangkauan antara 2.500 dan 4.000 kilometer itu sudah diuji empat kali termasuk tiga percobaan gagal pada April dan satu kali gagal pada Mei lalu. Setelah gagal empat kali, keberhasilan akan menandai kemajuan senjata nuklir Korut dan menginspirasi negara tersebut mengembangkannya sebagai upaya menyaingi AS.

Langgar resolusi
Kementerian Pertahanan Korsel dan Kementrian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) secara tegas mengatakan uji coba rudal Korut tersebut telah melanggar resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang melarang Korut menggunakan teknologi rudal balistik. Juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, John Kirby, mengatakan tes terakhir itu hanya akan meningkatkan upaya internasional melawan program rudal Korut.

"Kami akan meningkatkan perhatian di PBB untuk meningkatkan tekad internasional dalam memegang Korut bertanggung jawab atas tindakan-tindakan provokasinya," ujar Kirby. Negara sekutu AS, Jepang, bereaksi serupa. Pemimpin 'Negeri Sakura' menilai peluncuran rudal tersebut sebagai aksi provokatif Korut yang tidak bisa diterima.

"Jika itu merupakan peluncuran rudal balistik, itu jelas tidak bisa diterima," ujar Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe. "Kami akan menyelidiki kasus ini dan berkoordinasi dengan komunitas internasional, termasuk Korsel dan AS." Peluncuran rudal terbaru tersebut dilakukan justru bersamaan memanasnya situasi hubungan antara Korut dan Korsel sejak Januari.

Sejak bulan itu, Korut telah melakukan percobaan nuklir beberapa kali. Dalam kongres partai yang berkuasa pada Mei lalu, pemimpin Korut Kim Jong-Un telah memperpanjang penawaran pembicaraan militer dengan Korsel. Namun 'Negeri Ginseng' menolak dengan alasan Kim tidak bersungguh-sungguh.

Dalam beberapa bulan terakhir, Korut telah mengklaim sejumlah keberhasilan dalam pengembangan program senjata nuklir yaitu sebuah rudal balistik antarbenua ICBM. Rudal tersebut diprediski mampu menjangkau wilayah AS. Korut juga mengklaim berhasil mengecilkan hulu ledak sehingga sesuai dengan ukuran rudal. Korut juga sukses mengembangkan hulu ledak yang dapat memasuki atmosfer dan membangun mesin rudal berbahan bakar padat. (AFP/I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya