Rekam Jejak Bisnis Trump Diserang

(AFP/Ths/I-2)
23/6/2016 00:20
Rekam Jejak Bisnis Trump Diserang
(AFP PHOTO / JOHN GURZINSKI)

KANDIDAT calon Presiden Partai Demokrat Hillary Clinton melancarkan kritik tajam kepada rivalnya dari Partai Republik, Donald Trump. Clinton mengkritik tajam rekam jejak bisnis Trump yang menurut Clinton masuk kategori pengusaha berbahaya dan manipulatif yang bisa menenggelamkan ekonomi AS. Dalam pidatonya di Ohio, Clinton mengatakan bahwa Trump kurang memiliki rencana untuk mengembangkan industri manufaktur dan membuka lapangan kerja sehingga bisa membawa Amerika ke dalam resesi ekonomi.

"Kita tidak bisa membiarkan dia membuat Amerika bangkrut sama seperti salah satu kasinonya. Kita tidak bisa membiarkan dia melempar dadu terkait masa depan anak-anak kita," kata Clinton. Banyak bisnis yang dimiliki Donald Trump berpusat di sekitar kasino di Atlantic City. Dengan membuka rekam jejak bisnis Trump, Clinton secara sadar ingin melucuti klaim miliarder tersebut yang selalu mengaku, bahwa kesuksesan dia dalam dunia bisnis bisa menjadi kekuatan untuk sukses dalam memimpin AS.

"Dia menulis banyak buku tentang bisnis. Namun, tampaknya semua berakhir pada Pasal 11," canda Hillary, merujuk pada kode hukum AS yang membahas tentang kebangkrutan dan reorganisasi. Hillary menambahkan, "Di Amerika, kita tidak iri dengan orang-orang yang sukses, tapi kami tahu mereka tidak harus melakukannya dengan menghancurkan mimpi orang lain."

Menurut Hillary, meskipun Trump memiliki rekam jejak yang panjang dalam dunia bisnis sebagai pengusaha, ternyata dia sangat berbahaya. "Ide-ide Donald Trump tentang ekonomi dan dunia akan menyebabkan jutaan orang Amerika kehilangan pekerjaan mereka," kata Clinton. Dalam catatan di AS, Trump ialah pengusaha yang sering bangkrut.

Perusahaan-perusahaan itu masuk program restrukturisasi hukum Pasal 11 sehingga dapat tetap menjalankan bisnis, sambil menghapus utangnya di bank, karyawan, dan pemasok. Secara terpisah, Trump mengumumkan ia akan menyampaikan pidatonya pada hari Rabu (22/6) waktu setempat tentang 'kebijakan yang gagal dan penilaian buruk terhadap kinerja Hillary Clinton'.

Konfrontasi antara Hillary dan Trumph terus mencuat, termasuk kekuatan keuangan kedua calon. Trump yang selama ini mengklaim memiliki dana tak terbatas rupanya hanya memiliki dana tunai sebanyak US$1,3 juta (Rp17,2 miliar), seperti dilaporkan Komisi Pemilihan Federal. Sebaliknya, Hillary memiliki dana tunai sebesar US$42 juta (Rp556 miliar), seperti laporannya, Mei lalu.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya