Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SENAT Amerika Serikat (AS) yang dikuasai Partai Republik menolak empat upaya pengaturan senjata pada Senin (20/6) waktu setempat.
Anggota parlemen AS gagal berkompromi pada salah satu isu paling sensitif di negara tersebut. Terutama setelah insiden penembakan massal terburuk dalam sejarah AS di sebuah kelab malam di Orlando yang menewaskan 49 orang pada pekan lalu.
Sebelumnya, Senat AS sepakat untuk melakukan pemungutan suara terhadap empat amendemen pembatasan perdagangan senjata yang dua berasal dari Partai Republik dan dua sisanya berasal dari Partai Demokrat.
Partai Demokrat mengusulkan dua draf yang berupaya mencegah orang-orang dalam daftar pengawasan FBI atau daftar larangan terbang untuk membeli senjata api. Demokrat juga mengusulkan upaya memperketat pemeriksaan latar belakang kejahatan dan kesehatan bagi pembeli senjata api di pameran senjata atau di internet.
Partai Republik secara umum menentang langkah-langkah tersebut dengan dalih bahwa hak memiliki senjata api dilindungi oleh Konstitusi AS.
Partai Republik sendiri mengusulkan masa tunggu 72 jam bagi mereka yang berada dalam daftar pengawasan FBI yang berusaha untuk membeli senjata, sehingga pemerintah memiliki waktu mendapatkan perintah pengadilan untuk memblokir transaksi jika diperlukan. Republik juga mengusulkan peningkatan pemeriksaan latar belakang sistem.
Kedua usulan tersebut juga ditolak oleh Partai Demokrat.
Terdapat 46 senator dari Partai Demokrat atau umumnya memilih dengan Demokrat, dan 54 senator dari Partai Republik. Upaya seperti ini sering kali sulit untuk lulus Senat karena dibutuhkan 60 suara dari 100 untuk bisa diajukan sebagai UU.
Senat pernah melakukan voting serupa pada Desember 2012 setelah tragedi sekolah di Connecticut dan serangan San Bernardino yang juga tidak berhasil.
Sementara itu, kandidat calon Presiden dari Partai Demokrat, Hillary Clinton yang berbicara panjang lebar tentang perlunya untuk mengekang kekerasan senjata seminggu sejak tragedi Orlando hanya menyampaikan komentar pendek.
"Cukup," ujar Clinton yang diikuti dengan menyebut nama dan umur korban-korban Orlando.
Sementara itu, rival Hillary, Donald Trump, sejak tragedi Orlando secara kontroversial mengatakan harapannya semakin banyak orang yang membawa senjata ke tempat hiburan malam untuk pembelaan diri. Meskipun Trump kemudian menjelaskan bahwa harapan tersebut ditujukan kepada petugas keamanan dan pelayan.
Partai Demokrat hanya memiliki peluang tipis untuk berhasil dengan reformasi senjata menjelang pemilu November 2016 mendatang. Oleh karena itu, Demokrat fokus mendorong perdebatan tentang senjata dan mengubahnya menjadi isu kampanye. (AFP/Ihs/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved