Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PULUHAN ribu orang menggelar aksi unjuk rasa, kemarin (Minggu, 19/6), di Pulau Okinawa, Jepang, untuk memprotes kehadiran pangkalan militer Amerika Serikat (AS). Mereka juga memprotes kejahatan kekerasan yang dilakukan personel 'Negeri Paman Sam' yang telah membuat marah penduduk selama beberapa dekade.
Okinawa menjadi markas bagi sekitar 26 ribu tentara AS. Jumlah itu lebih daripada setengah jumlah personel militer yang dikerahkan Washington di seluruh penjuru Jepang. Para demonstran, yang diklaim penyelenggara berjumlah total 65 ribu orang, berkumpul di Okinawa, ibu kota Prefektur Naha.
Pengunjuk rasa mengekspresikan kemarahan kepada AS setelah mantan marinir yang dipekerjakan sebagai pekerja sipil diduga memerkosa dan membunuh seorang wanita muda setempat pada April lalu.
Aksi protes dimulai dengan mengheningkan cipta untuk Rina Shimabukuro 20 tahun, korban pembunuhan, dan pembacaan pesan dari ayahnya.
"Mengapa anak saya, kenapa dia dibunuh?" kata sang ayah. "Pikiran saya sama seperti yang dirasakan semua keluarga korban yang dibekap penderitaan sampai sekarang," ujarnya.
Salah seorang pengunjuk rasa membawa spanduk bertuliskan, 'Para Marinir Pembunuh. Keluar dari Okinawa'. Di spanduk yang lain, terpampang kata-kata, 'Kemarahan kami telah memuncak' dan 'Keluarkan marinir'.
Chihiro Uchimura, 71, mengaku bersedih sekali atas kematian Shimabukuro. "Selama ada pangkalan militer AS semacam ini, insiden akan terus terjadi," ujar perempuan tersebut.
Unjuk rasa serupa juga diadakan di seluruh negeri. Di Tokyo, sekitar 3.000 orang berkumpul di luar parlemen untuk berunjuk rasa dengan mengusung spanduk bertuliskan, 'Tidak ada pangkalan, tidak ada pemerkosaan di Okinawa' dan 'Marinir, pergi!'.
Dengan mikrofon, Hatsuko Aoki, seorang demonstran, berteriak, "Ini bukan hanya masalah bagi Okinawa. Ini merupakan masalah bagi seluruh Jepang." (AFP/Hym/I-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved